Farah.ID
Farah.ID

Serius Ungkap Penembakan Mara Salem Harahap, Polisi: Sejauh Ini Belum Ada Kendala

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Minggu, 20 Juni 2021, 14:58 WIB
Serius Ungkap Penembakan Mara Salem Harahap, Polisi: Sejauh Ini Belum Ada Kendala
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsan Atmaja/Net
rmol news logo Tim gabungan Polda Sumatera Utara dengan Polres Simalungun telah dibentuk dalam rangka mengungkap kasus tewasnya Mara Salem Harahap, pemimpin redaksi (pemred) media online lokal yang ditembak orang tak dikenal.

“Kita sudah bentuk tim gabungan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/6).

Sejauh ini, kata dia, jajarannya masih terus melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa ini.

Mantan Kabid Humas Polda Sumut itu mengaku belum menemui kendala dalam proses penyelidikan. Tatan memastikan pihaknya serius dalam mengungkap kasus kekerasan hingga hilangnya nyawa wartawan.

“Kita serius untuk mengungkap,” ujar Tatan.

Sementara itu, saat dihubungi, Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian menyampaikan bahwa Bareskrim Mabes Polri menyerahkan penuh penganan kasus ini kepada Polda Sumatera Utara. Dari laporan yang ia terima, proses penyelidikan belum menemui kendala.

“Kasus sepenuhnya masih ditangani oleh Polda Sumut, sejauh ini proses pengungkapannya belum ada kendala,” tandas Andi.

Mara Salem Harahap, ditemukan tewas di dalam mobil yang dia kendarai sendiri dengan luka tembak yang bersarang di paha kanan hingga nyaris tembus kemaluan pada Sabtu dinihari (19/6) tak jauh dari kediamannya di Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mendorong agar kepolisian segera mengungkap kasus sekaligus motif dibaliknya.

M. Nuh menegaskan, segala bentuk kekerasan tidaklah dibenarkan dengan alasan apapun apalagi sampai menghilangkan nyawa. Terlebih-lebih jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seseorang sebagai wartawan.

“Dewan Pers mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelidiki kasus ini secara serius dan seksama. Pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan,” kata Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/6).

M.Nuh lalu menghimbau agar seluruh komunitas pers di Sumatera Utara memberi perhatian dan mengawal kasus tewasnya Mara Salem Harahap dengan secara proporsional membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti-bukti dan mengungkap fakta terhadap peristiwa ini.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan LasserNewsToday dapat melanjutkan kiprah sebagai pers yang profesional dan menegakkan Kode Etik Jurnalistik,” ujar M.Nuh.

Disisi lain, Dewan Pers juga meminta kepada semua pihak yang merasa dirugikan pers untuk menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers seperti telah diatur dalam UU 40/1999 Tentang Pers dan Peraturan Dewan Pers.

“Hal yang tidak kalah penting, Dewan Pers mengimbau agar segenap unsur pers nasional untuk senantiasa mengedepankan keselamatan diri dan menaati Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas profesional sebagai wartawan,” demikian M.Nuh. rmol news logo article