Farah.ID
Farah.ID

Pentingnya Penggunaan Masker, Kapolri: Jangan Seperti Negara Tetangga, Kasus Reda Abaikan Prokes

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Sabtu, 12 Juni 2021, 14:46 WIB
Pentingnya Penggunaan Masker, Kapolri: Jangan Seperti Negara Tetangga, Kasus Reda Abaikan Prokes
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers/Net
rmol news logo Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI kembali melakukan peninjauan penanganan Covid-19 ke wilayah Jawa Timur. Kali ini di Bangkalan, Madura.

Kapolri dan Panglima TNI ingin mengetahui secara langsung dan jelas bagimana kegiatan Pemda, Satgas Covid-19 personel TNI-Polri dalam kegiatan PPKM Mikro.

“Ini penting karena data setelah arus mudik dan arus balik angkanya meningkat sampai tanggal 10 Juni 2021, sekitar kasus aktif 8 ribu lebih,” kata Kapolri di Bangkalan, Madura, Sabtu (12/6).

Panglima TNI dan Kapolri kemudian mandapat paparan dari Bupati Bangkalan Abdul Latief Imron, bahwa di wilayahnya banyak terjadi kluster penularan Covid-19 di tingkat keluarga, ini dikarenakan tradisi kumpul keluarga pada saat libur Lebaran yang mengabaikan Protokol Kesehatan atau Prokes.

Untuk itu, Kapolri mengingatkan agar sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat terhadap kepatuhan menegakan protokol kesehatan atau prokes lebih digalakan dengan berbagai model maupun inovasi terhadap manfaat penggunaan masker dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

“Tingkatkan kegiatan operasi Yustisi dan tim pemburu masker,” tekannya.

Kapolri mencontohkan negara tetangga seperti Malaysia dan India terjadi lonjakan kasus disebabkan masyarakatnya mengabaikan prokes setelah Covid-19 dianggal telah reda.

“Melihat tetangga negara kita seperti India dan Malaysia, setelah dianggap reda, mengabaikan prokes. Maka kita harus waspada mengingat di negara Malaysia banyak warga India,” imbau Kapolri mengingatkan.

Dalam kerangka pengendalian Covid-19, eks Kabareskrim Polri ini meminta Polda Jawa Timur meningkatkan penyekatan dan memaksimalkan peran PPKM Mikro, melakukan pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat bawah dan memanajeman dengan baik penanganan pasien-pasien reaktif atau positif juga penentuan tempat isolasi mandiri dan rujukan ke rumah sakit serta mempersiapkan lima manajeman kontijensi.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menambahkan, terdapat tiga persoalan yang harus diselesaikan dalam upaya mengendalikan pandemi Covid-19 ini. Diantaranya, memetakan Orang Tanpa Gejala (OTG) agar tidak melakukan banyak aktivitas di luar rumah alias keluyuran.

Lalu, menekan tingkat kematian tenaga kesehatan atau nakes, selanjutnya ialah menggenjot pelaksanaan vaksinasi yang saat ini dinilai masih cukup rendah.

Maka dari itu, Panglima TNI menekankan agar disiplin prokes 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga Jarak) terus ditingkatkan, kemudian pemeriksaan atau tracing dipastikan jumlah pemeriksaan yang telah dilakukan

“Kegiatan tracing untuk menjaring pasien yang terinfeksi dan strategi pengendalian kasus dengan optimalkan fungsi PPKM. Lalu pastikan ketersediaan tempat tidur, ICU yang standar, nakes, obat-obatan, pembatasan besuk pasien dan sukseskan program vaksinasi nasional,” demikian Hadi.rmol news logo article
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA