Blusukan Mensos Risma Beban Untuk Jakarta

Mensos Risma saat blusukan ke lokasi-lokasi tuna wisma/Net

Langkah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini usai dilantik menggantikan Juliari Batubara karena tersandung kasus korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 banyak diapresiasi, utamanya dari netizen.

Menurut mereka, Mensos Risma blusukan ke lokasi-lokasi gelandangan dan kumuh adalah langkah peduli pemerintah terhadap nasib rakyat yang tidak beruntung, terutama yang mengadu nasib di Jakarta. Sekaligus menjadi sentilan kepada Pemprov DKI, wabil khusus Gubernur DKI Anies Baswedan yang sedang gencar mengampanyekan kemajuan Jakarta padahal masih ada orang-orang yang tidak beruntung di Jakarta.

Dalam kesempatan blusukan itu, Risma menjanjikan untuk membantu mencarikan tempat tinggal dan pekerjaan kepada para tuna wisma yang ia datangi.

"Bapak saya carikan rumah ya, nanti ada tempat biar Bapak bisa tidur nyaman ndak kehujanan, biar bisa makan. Bapak jangan pergi ya, nanti ada yang jemput Bapak. Nanti Bapak bisa cari uang normal, saya bantu ya," demikian perkataan Risma kepada seorang tuna wisma di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Meski niatnya baik, belum tentu cara seperti ini bisa dinyatkan benar seluruhnya.

Tindakan Risma, janji Risma, memang seakan menjadi solusi bagi para tuna wisma, walaupun janji tersebut belum jelas kapan dan bagaimana direalisasikannya.

Meski demikian, tidak elok bila dilihat lebih dalam, lebih jauh lagi. Hal ini bisa jadi bumerang untuk Jakarta. Apa yang dilakukan oleh Mensos Risma ini bisa berbahaya bila diartikan lain oleh segelintir orang yang mau gampangnya saja.

Bisa jadi, nanti tiap orang berpikir, mengadu nasib di Jakarta akan lebih mudah karena ada janji-janji Risma, ada bantuan dari Kemensos, yang tidak atau kurang beruntung akan dibantu. Dibantu tempat tinggal, dicarikan pekerjaan.

Tanpa persiapan yang matang, tanpa keterampilan, orang-orang dari daerah lain berduyun datang ke Ibu Kota, mengadu nasib dan berharap dapat uluran tali kasih dari Risma, dari pemerintah.

Ini tentu saja tidak mendidik, ini bakal jadi beban untuk Jakarta, bila berkepanjangan, bisa jadi beban negara. Pasalnya tidak mudah janji tersebut direalisasikan, padahal kondisi sedang pandemi, ekonomi merosot, pekerjaan sulit.

Didasari hal itu, sebaiknya Risma sudahi blusukan, jangan janji-janji manis, jangan memberikan harapan yang teknis realisasinya tidak gampang. Selain itu, hal tersebut tidak mendidik buat rakyat.

Bu Risma fokus saja pada bansos Covid-19, pastikan mekanisme distribusinya berjalan lancar, mudah diakses warga, adil dalam pembagian dan rakyat senang dan tertolong, negara hadir ketika rakyat sulit diadang pandemi.
EDITOR: AZAIRUS ADLU

Komentar


Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Semua Skenario Berubah Jika Prabowo Dan Jokowi Dorong Anies Baswedan
Suluh

Semua Skenario Berubah Jika ..

17 April 2021 10:31
Vaksin Nusantara, Antara Nasionalisme dan Uji Klinik
Suluh

Vaksin Nusantara, Antara Nas..

15 April 2021 23:41
Kemenristek Memikul Masa Depan Bangsa, Tapi Pasukannya Tak Bersenjata Lengkap
Suluh

Kemenristek Memikul Masa Dep..

12 April 2021 09:46
Ngotot Ketum Demokrat, Moeldoko Sudah Berani Lawan Jokowi?
Suluh

Ngotot Ketum Demokrat, Moeld..

08 April 2021 19:35
Capres Istana Non PDIP, Jokowi Berpeluang Dorong Orang Dekat, Ini Daftarnya
Suluh

Capres Istana Non PDIP, Joko..

06 April 2021 17:47
Jangan Sampai Moeldoko Yang Makan Nangka, Jokowi Yang Kena Getahnya
Suluh

Jangan Sampai Moeldoko Yang ..

02 April 2021 18:23
Awas Serangan Balik, Jangan Terburu-Buru Buka Sekolah Tatap Muka
Suluh

Awas Serangan Balik, Jangan ..

02 April 2021 14:26
Jalan Moeldoko Menuju 2024 Buntu
Suluh

Jalan Moeldoko Menuju 2024 B..

01 April 2021 01:22