Tamasya Punakawan Pasca Corona

Foto tuyul/Ilustrasi

DEMI mengisi waktu senggang di masa pagebluk Corona masih merajalela menelan korban nyawa manusia, saya ajak anda (kalau mau) merenungi kisah setelah pagebluk Corona berlalu, Petruk bersama Gareng dan Bagong bertamasya bukan ke luar negeri tetapi ke dalam negeri.

Hotel Cakil

Mereka bermalam di sebuah hotel yang dikelola oleh Cakil dan dibantu oleh Bilung sebagai resepsionis. Mereka tidak tahu Hotel Cakil ditakuti para turis sebab tersohor banyak tuyulnya yang pandai mencuri uang tamu hotel.

Melalui on line Petruk-Gareng-Bagong reservasi Presidential Suite supra mewah terdiri dari 3 kamar tidur dengan tarif Rp 30.000.000 per malam. Mereka bertiga sepakat tarif itu dibagi rata bertiga = setiap orang Rp 10.000.000.

Setelah tunai membayar Rp 30.000.000 dan menerima tiga kunci Presidential Suite super mahal itu dari Bilung, maka PGB bertiga langsung naik lift untuk segera masuk ke dalam suite keren mereka.

Berselang beberapa menit kemudian, Bilung lupa bahwa Hotel Cakil pada masa pasca Corona menurunkan harga kamar Presidential Suite menjadi Rp 25.000.000. Maka Bilung bergegas mengambil Rp 5.000.000 dari lemari besi hotel untuk dikembalikan kepada PGB yang telah tunai membayar Rp 30.000.000.

Namun Bilung bingung bagaimana membagi rata Rp 5.000.000 agar masing-masing tiga tamu hotel tersebut menerima jumlah uang tunai yang sama. Maka Bilung memutuskan untuk mengembalikan Rp 1.000.000 kepada masing-masing tiga tamu tersebut sementara Rp 2.000.000 masuk kantong pribadi Bilung dengan asumsi ketiga tamu sudah puas menerima kembalian uang tunai masing-masing sebesar Rp 1.000.000.

Pertanyaan

Mari kita coba rekonstruksi peristiwa lalu lintas uang tunai di Hotel Cakil itu. Berarti baik Petruk maupun Gareng maupun Bagung masing-masing membayar Rp 9.000.000 berarti mereka bertiga membayar Rp 27.000.000.

Sementara Bagong pribadi korupsi Rp 2.000.000 masuk kantongnya sendiri. Berarti Rp 27.000.000 + Rp 2.000.000 = Rp 29.000.000 padahal semula ketiga tamu hotel sudah menyerahkan uang tunai Rp 30.000.000 kepada Bilung. Lalu lenyap kemana uang Rp 1.000.000 yang tersisa setelah Rp 30 juta dikurangi Rp 2 juta yang dikorupsi Bagong?

Jawaban

Bagi yang sudah berhasil tahu ke mana Rp 1juta itu lenyap mohon jangan bocorkan jawabannya ke pembaca yang lain yang masih belum tahu. Bagi yang masih penasaran akibat belum berhasil namun ingin berhasil memperoleh jawaban mengenai ke mana Rp 1 juta menghilang silakan bersabar sampai dengan naskah yang akan saya tulis khusus memberikan jawaban tentang ke mana Rp 1 Juta.

Sedikit bocoran tentang jawabannya adalah dalam menghitung harap gunakan metode aljabar campur aritmatika dan sedikit kalkulus sambil selalu ingat bahwa jumlah pihak yang terlibat bukan hanya empat yaitu Petruk, Gareng, Bagong dan Bilung tetapi juga para tuyul yang gentayangan di hotel angkernya Cakil yang jumlahnya adalah x karena tidak diketahui berapa jumlahnya.

Yang dapat dipastikan adalah para tuyul memang memiliki kesaktian supranatural untuk mencuri uang para tamu hotel untuk diserahkan ke Cakil yang beken konon super serakah itu.

Penulis adalah pembelajar keindahan angkamologi.

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Menelaah Makna Matematikal 1729
Jaya Suprana

Menelaah Makna Matematikal 1..

01 Desember 2020 09:35
Angkamologi Sepuluh
Jaya Suprana

Angkamologi Sepuluh

30 November 2020 08:23
Epistemologika Bingungologi
Jaya Suprana

Epistemologika Bingungologi

29 November 2020 07:05
Riwayat
Jaya Suprana

Riwayat Happy Birthday To Yo..

28 November 2020 09:59
The Old Man And The Sea
Jaya Suprana

The Old Man And The Sea

27 November 2020 09:16
Ekonomi Kreatif Baliho Dan Papan Bunga
Jaya Suprana

Ekonomi Kreatif Baliho Dan P..

25 November 2020 20:23
Angkamologi Nol
Jaya Suprana

Angkamologi Nol

24 November 2020 08:47
Andaikatamologi Quantum Computing
Jaya Suprana

Andaikatamologi Quantum Comp..

23 November 2020 10:26