Evolusi Arti Kata Makar

Jaya Suprana/Istimewa

KONON, Charles Darwin sendiri kurang suka menggunakan istilah evolusi. Maka dia hanya sekali menggunakannya pada paragraf akhir "The Origin of Species", akibat nyaris seabad sebelumnya sudah digunakan oleh Charles Bonnet dalam teori homunkulus tentang perkembangan mudigah, di samping sebenarnya tidak ada makna progress dalam gagasan Darwin tentang seleksi alam.

Juga konon menurut DR James Murray sebagai pemimpin penyusunan 20 Jilid Oxford Dictionary, setiap kata dalam perjalanan waktu mengalami proses evolusi arti. Maka wajar bahwa kata makar juga mengalami evolusi arti.

Kamus


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai sumber arti kata paling bisa dipercaya di masa internet gemar menyebar hoax, termasuk di Indonesia, kata kamus berarti:
1. Buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahannya;  
2. Buku yang memuat kumpulan istilah atau nama yang disusun menurut abjad beserta penjelasan tentang makna dan pemakaiannya;
3. Diri, pikiran: tak ada istilah “takut” dalam -- saya.  

Tetapi sebagai kamus, ternyata Kamus Besar Bahasa Indonesia mulai tidak bisa dipercaya karena mengandung kekurangan akibat ketinggalan zaman berkuasa mengubah makna kata.

Misalnya KBBI terbukti masih kuno dalam memaknakan kata makar hanya tiga, yaitu:
1. Akal busuk; tipu muslihat: segala -- nya itu sudah diketahui lawannya;
2. Perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya: karena -- menghilangkan nyawa seseorang, ia dihukum;
3. Perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah: ia dituduh melakukan –

Evolusi Arti

Sudah bukan lagi merupakan rahasia, karena semua sudah tahu bahwa akibat mengalami evolusi arti maka kata makar di masa kini bukan hanya bermakna terbatas pada yang dimuat oleh KBBI.

Sesuai perkembangan zaman serta selaras Bhinneka Tunggal Ika maka kini kata makar sudah mengalamai evolusi arti sehingga memiliki aneka-ragam tambahan arti. Antara lain:
4. Perilaku tidak baik;
5. Memviralkan ujaran kebencian;
6. Tidak berpihak ke penguasa;
7. Menghina penguasa;
8. Sebuah alasan untuk ditangkap lalu diborgol;
9. Nama warung makan didirikan oleh Lieus Sungkharisma.

Dapat diyakini bahwa di masa depan masih ada lagi tambahan arti kata makar yang kreatif diciptakan demi memenuhi tuntutan kebutuhan zaman.  
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Menelaah Makna Matematikal 1729
Jaya Suprana

Menelaah Makna Matematikal 1..

01 Desember 2020 09:35
Angkamologi Sepuluh
Jaya Suprana

Angkamologi Sepuluh

30 November 2020 08:23
Epistemologika Bingungologi
Jaya Suprana

Epistemologika Bingungologi

29 November 2020 07:05
Riwayat
Jaya Suprana

Riwayat Happy Birthday To Yo..

28 November 2020 09:59
The Old Man And The Sea
Jaya Suprana

The Old Man And The Sea

27 November 2020 09:16
Ekonomi Kreatif Baliho Dan Papan Bunga
Jaya Suprana

Ekonomi Kreatif Baliho Dan P..

25 November 2020 20:23
Angkamologi Nol
Jaya Suprana

Angkamologi Nol

24 November 2020 08:47
Andaikatamologi Quantum Computing
Jaya Suprana

Andaikatamologi Quantum Comp..

23 November 2020 10:26