Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Petugas Rapid Test Bandara Soetta Yang Tipu Penumpang Ditangkap Di Toba Samosir

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus/RMOL

Polresta Bandar Soekarno-Hatta telah menangkap tersangka kasus penipuan, pemerasan dan pelecehan seksual terhadap calon penumpang wanita berinisial LHI (23) saat menjalani rapid test.

Pria bernama Eko Firstson Y.S itu ditangkap di wilayah Sumatera Utara.

Kabar penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho. Alex menyebut bahwa tersangka Eko ditangkap di kawasan Balige, Toba Samosir.

"Ya sudah ditangkap di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara," kata Alex saat dikonfirmasi, Jumat (25/9).

Alex menyampaikan, tersangka telah digelandang ke Polresta Bandar Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya polisi sempat melakukan pengejaran terhadap tersangka Eko. Sebab, yang bersangkutan sempat melarikan diri dari tempat tinggalnya usai kasus yang menjeratnya viral di media sosial.

Dalam perkara ini, penyidik pun telah menjerat tersangka Eko dengan pasal berlapis. Selain dijerat dengan pasal penipuan, penyidik juga menjerat tersangka dengan pasal pencabulan dan pemerasan.

"Dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 268 KUHP tentang pemerasan," ujar Alex.

Alex menjelaskan bahwa penetapan status tersangka terhadap yang bersangkutan dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang cukup.

Beberapa barang bukti yang diamankan misalnya bukti transfer dari m-banking korban ke rekening tersangka dan kamera pengintai atau CCTV yang berada di lokasi kejadian.

"Alat bukti yang dikumpulkan pada proses Penyidikan mengarah pada penetapan tersangka," ungkapnya.

LHI selaku korban, sebelumnya mengaku diperas dan dilecehkan secara seksual oleh tersangka saat tengah menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta menjelang keberangkatan menuju ke Nias.

Tersangka melakukan penipuan dengan menyebutkan bahwa hasil rapid test korban ialah reaktif.

Selanjutnya, tersangka menawarkan korban untuk mengubah data hasil rapid test dari reaktif menjadi non reaktif agar bisa melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.

Padahal, hasil rapid test korban sesungguhnya ialah non reaktif. Namun, tersangka melakukan penipuan dengan menyebutkan hasilnya reaktif untuk meminta sejumlah uang.

"Tetapi memang dengan satu kata-kata bohong untuk bisa menipu si korban ini dengan meminta uang Rp 1,4 juta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Artikel Lainnya

Di Tengah Pandemi, Kapolri Instruksikan Operasi Zebra 2020 Kedepankan Edukasi

Di Tengah Pandemi, Kapolri Ins..

Kamis, 29 Oktober 2020
Bareskrim Temukan Fakta Baru Terkait Kebakaran Gedung Kejagung

Bareskrim Temukan Fakta Baru T..

Rabu, 28 Oktober 2020
Resmikan Forum LLAJ Center Tulungagung, Irjen Istiono Apresiasi Inovasi Pengembangan Program TAR

Resmikan Forum LLAJ Center Tul..

Rabu, 28 Oktober 2020
Dianggap Koperatif, Bareskrim Tidak Menahan Tersangka Kebakaran Kejagung

Dianggap Koperatif, Bareskrim ..

Rabu, 28 Oktober 2020
Rusak Dan Bakar Kursi Di Depan Rumahnya, Seorang Pemuda Diamankan Polisi

Rusak Dan Bakar Kursi Di Depan..

Rabu, 28 Oktober 2020
Momentum Sumpah Pemuda, Kapolri Ajak Semua Pihak Bersatu Lawan Covid-19

Momentum Sumpah Pemuda, Kapolr..

Rabu, 28 Oktober 2020
Polisi Ingatkan Pendemo: Awas Penyusup!

Polisi Ingatkan Pendemo: Awas ..

Rabu, 28 Oktober 2020
Amankan Aksi, 12 Ribu Personel Diturunkan Jaga Istana Hingga Pasar Dan Mal

Amankan Aksi, 12 Ribu Personel..

Rabu, 28 Oktober 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia