Mulai Berhembus, Gibran Ancang-ancang Melaju Di 2024, Incar RI 2?

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka/Net

Di politik, segala kemungkinan bisa terjadi. Kalau terpilih menjadi Walikota Solo, kemungkinan Gibran Rakabuming Raka akan ikut dalam Pilpres 2024 terbuka lebar.

Pilkada Solo 2020 bisa jadi batu loncatan bagi putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut untuk mencapai puncak kariernya. Mengikuti jejak sang ayah, dari Solo menuju RI 1.

Apalagi, jarak antara pelaksanaan Pilkada 2020 dengan Pilpres 2024 cukup jauh, sehingga terbentang waktu yang cukup selama empat tahun untuk menaikan opopularitas Gibran.

Memang masih terlalu dini membaca peluang Gibran dipersiapkan Jokowi untuk maju di Pilpres 2024. Tapi kalau dipaksakan, siapa yang tahu.

Namun yang pasti, 2024 adalah waktu yang pas, pas secara politik. Yaitu saat kekuasaan masih berada di genggaman Jokowi. Kalau sudah pensiun, beda lagi, Gibran akan kedodoran.

Ingat, jabatan seorang Presiden sangat berpengaruh di negeri ini.

Berhembus kabar, Jokowi juga tidak ngotot ingin menjadikan sang putra jadi RI 1. Lebih realistis Gibran jadi RI 2 berpasangan dengan tokoh nasional.

Soal siapa tokoh nasional yang akan berpasangan dengan Gibran, informasi di kalangan terbatas, masih dipikir-pikirkan dan dipelajari Jokowi secara mendalam.

Tokoh nasional itu bisa yang ada di pemerintahan, atau di luar pemerintahan.

Lalu partai mana yang mengusung Mr. X dan Gibran nanti? Bisa PDI Perjuangan, atau partai lain. Dinamikanya masih sangat cair.

Kalau membuat partai sendiri, kelihatannya butuh waktu lama dan biayanya pasti mahal.

Misalnya tidak ada partai besar yang mengusung Gibran, inilah saatnya Jokowi mendukung pengurangan atau penghapusan ambang batas pencapresan atau presidential threshold, yang masih di angka 20 persen.

Artinya, kalau PT presiden sudah dihapus, maka setiap parpol peserta pemilu, bisa mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Dengan demikian, peluang Gibran menuju Istana akan terbuka lebar.

Adapun tantangan Gibran di 2024, cukup berat. Karena kondisinya berbeda saat Jokowi maju di Pilpres 2014.

Apa itu, fenomena efek Jokowi atau Jokowi effect. Saat ini, Jokowi effect sudah berkurang.

Gibran pun dituntut harus bisa membuat kejutan, menciptakan Gibran effect.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Jenuh Dengan Nama-nama Di Survei Capres
Suluh

Jenuh Dengan Nama-nama Di Su..

27 Oktober 2020 10:51
Jokowi Sungguh Perkasa, Masak Bisa Dikudeta
Suluh

Jokowi Sungguh Perkasa, Masa..

26 Oktober 2020 14:15
Sesudah Prabowo Dapat Lampu Hijau AS, Akankah Pendukungnya Kembali?
Suluh

Sesudah Prabowo Dapat Lampu ..

25 Oktober 2020 15:44
Teguran Jokowi Kepada Menteri Jangan Jadi Alasan Menaikkan Honor Buzzer
Suluh

Teguran Jokowi Kepada Menter..

24 Oktober 2020 17:54
Masihkah Kemarahan Jokowi Ditakuti Para Menteri?
Suluh

Masihkah Kemarahan Jokowi Di..

23 Oktober 2020 10:35
Potret Survei Setahun Jokowi-Maruf Sejalan Dengan Permintaan Relawan
Suluh

Potret Survei Setahun Jokowi..

22 Oktober 2020 10:14
Indonesia Di Bawah Kendali Menkeu Terbaik
Suluh

Indonesia Di Bawah Kendali M..

21 Oktober 2020 10:52
Libur Panjang Akhir Oktober Jangan Sampai Membuat Corona Meledak
Suluh

Libur Panjang Akhir Oktober ..

20 Oktober 2020 10:48