Dubes Finlandia: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen Cukup Menjanjikan

Senin, 13 Januari 2020, 22:59 WIB
Oleh: Teguh Santosa

Dubes Finlandia, Jari Sinkari/RMOL

HUBUNGAN diplomatik Indonesia dan Finlandia dimulai pada 6 September 1954. Sampai tahun 2019, kedua negara mencatat sejumlah kemajuan penting di berbagai bidang kerjasama.

Pada 24 September 2019 Indonesia dan Finlandia kembali menyelenggarakan Forum Konsultasi Bilateral untuk membicarakan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua negara. Forum Konsultasi tersebut digelar di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.

“Tahun ini adalah kali ke-6 Indonesia menyelenggarakan forum konsultasi dengan Finlandia dan hal tersebut adalah refleksi bagaimana kedua negara berupaya menjaga komitmen untuk meningkatkan kerja sama yang konkret dan menggali potensi kerja sama lainnya,” ujar Dr. Teuku Faizasyah, ketua delegasi Indonesia sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI.

Peningkatan nilai perdagangan dan investasi, kerja sama energi serta kehutanan dan lingkungan hidup tercatat sebagai agenda prioritas Indonesia untuk mendorong misi diplomasi ekonomi, sementara Finlandia dinilai memiliki potensi besar di bidang keamanan siber, ekonomi kreatif, dan energi terbarukan.

Tercatat sejumlah PMA bidang energi asal Finlandia yang telah berinvestasi di Indonesia antara lain Wärtsilä dan Fortum yang tengah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pengolahan sampah menjadi energi.

Kementerian Luar Negeri kedua negara melalui forum tersebut juga menyepakati penyelesaian perundingan Perjanjian Bebas Visa untuk Paspor Diplomatik dan Dinas dalam waktu dekat. Adapun Finlandia sejak 2016 telah menikmati fasilitas bebas kunjungan singkat 30 hari ke Indonesia.

Selain membahas isu-isu kerjasama bilateral, kedua negara juga membahas isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, seperti Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik, perundingan Indonesia-EU CEPA, dan kerja sama saling dukung untuk pencalonan di organisasi internasional.

Dalam wawancara dengan Republik Merdeka, Dutabesar Finlandia Jari Sinkari menjelaskan lebih detail kerjasama kedua negara. Dubes Sinkari juga sangat optimistik memandang masa depan di tengah pertarungan ekonomi antara dua raksasa dunia, Amerika Serikat dan Republik Rakyat China (RRC).

Berikut petikannya:


Jadi, sebelum Anda ditugaskan di Indonesia, apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia.

Saya membaca banyak hal dan mendapatkan pemahaman bahwa agama sangat penting di Indonesia. Untuk memahami dunia, Anda harus memahami beberapa elemen, khususnya kalau Anda seorang diplomat. Anda tidak dapat mengirimkan seseorang yang sama sekali tidak peduli (ignorant).

Saya sudah bertugas di Kementerian Luar Negeri selama 22 tahun. Saya berpartisipasi pada banyak pembicaraan dan seminar.


Dalam 65 tahun hubungan kedua negara, apa yang sudah kita capai sejauh ini?

Saya kira, hubungan ekonomi kedua negara cukup konkret. Dan kita perlu men-zoom untuk bisa melihat bahwa sesungguhnya ada banyak perusahaan Finlandia yang sangat aktif di Indonesia. Perusahaan besar kami sudah ada disini, dan apa yang harus kita fokuskan sekarang adalah melihat kemungkinan bagi kehadiran perusahaan kecil dan menengah Finlandia.

Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik. Pertumbuhan ekonomi 5 persen mungkin terlihat cukup kecil bagi Anda. Tetapi bagi kami pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen adalah sangat besar dan menjanjikan.


Bagaimana pertumbuhan ekonomi Finlandia?

Kami cukup goyang akibat krisis finansial pada 2008 dan 2009. Sudah sepuluh tahun. Diperlukan waktu yang cukup panjang sebelum perekonomian kami kembali tumbuh. Pada akhir 2016 pertumbuhan ekonomi kami 2,7 persen. Untuk negara maju (developed countries) angka ini cukup bagus.


Anda tadi menyinggung tentang perusahaan besar Finlandia di Indonesia, bisa Anda sebut beberapa di antaranya?

Salah satunya adalah Wartsila Energy Solution. Mereka pembangkit energi listrik. Pada hari Senin yang lalu saya berpartisipasi pada upacara pembukaan backup power plant di Senayan, sangat dekat dengan Stadion Gelora Bung Karno.

Idenya, kalau terjadi persoalan pasokan listrik dengan MRT (Mass Rapid Transportation), ada backup di Senayan yang dapat segera aktif dalam waktu singkat. Wartsila memiliki banyak proyek di Indonesia. Sebetulnya ada cukup banyak di Papua. Spesialisasi perusahaan ini adalah membuat pembangkit tenaga listrik dan mesin-mesin kapal. Tetapi di Indonesia, bidang yang mereka kerjakan hanya pembangkit tenaga listrik.

Kami juga memiliki Cargotec. Di Surabaya mereka memiliki pekerjaan membangun cargo handling system. Ketika kapal datang ke pelabuhan di Surabaya, secara otomatis akan ditangani. Kontainer diambil dari kapal dan dipindahkan apakah ke truk besar atau ke kereta api sebelum mereka pergi ke tujuan lain.

Nokia sebelumnya aktif di industri handset. Tetapi sekarang mereka aktif di sektor infrastuktur telekomunikasi. Klien mereka adalah provider telepon. Mereka membangun network dan menyediakan mesin. Juga ada Kone, perusahaan pembuat elevator dan escalator. Mereka cukup besar di sini. Selain itu ada perusahaan penyedia peralatan memancing dari Finlandia, namanya Rapala. Mereka membuat peralatan memancing di sini.


Bagaimana dengan sektor energi terbarukan?

Perusahaan Finlandia Fortum memiliki kerjasama operasional dengan JakPro di Jakarta. Idenya adalah, ketika proyek ini sudah bisa dijalankan, seperempat sampah Jakarta dapat diubah menjadi tenaga listrik. Sekarang masih berada dalam tahap akhir negosiasi. Kami berharap dalam waktu dekat mereka mengumumkan proyek ini dapat segera dimulai. Ada 12 kota di Indonesia yang berencana menggunakan teknologi ini. Kami harap know-how dari Finlandia ini dapat diaplikasikan di kota lain di Indonesia.

Di Jakarta proyek energi terbarukan ini sudah cukup lama. Tetapi, tolong koreksi kalau saya salah, ada beberapa aturan yang harus disusun ulang untuk memungkinkan proyek ini berjalan. Itu sebabnya sudah cukup lama. Proyek ini di Jakarta, tetapi merupakan salah satu proyek yang diperkenalkan secara nasional oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Apakah ada program sister city antara kota di Indonesia dengan di Finlandia?

Ini pertanyaan yang baik sekali. Saya tidak tahu. Ya, ini ironic. Saya bertugas empat tahun di Hong Kong dan berkerjasama dengan Kedubes kami di Beijing dan Konsulat di Shanghai. Di China ada banyak hubungan sister city dengan kota-kota di Finlandia. Terima kasih untuk pertanyaan ini. Saya akan memikirkannya.


Finlandia dipandang sebagai salah satu pihak yang memainkan peranan penting dalam proses perdamaian di Aceh di tahun 2005. Itu hal lain yang membuat Finlandia memiliki arti spesial bagi masyarakat Indonesia…

Meskipun pemerintah Finlandia secara resmi tidak menjadi bagian dari pembicaraan tersebut, tetapi kami memberikan fasilitas, menyediakan tempat, dan pelayanan logistik selama pertemuan. Mantan Presiden Marti Artisaari yang dalam kapasitas personal. Kami bangga karena pembicaraan damai itu dilakukan di Finlandia.


Sebelum tahun 2005 apakah Finlandia memiliki ketertarikan pada konflik di Indonesia sehingga akhirnya memutuskan untuk ikut memfasilitasi pertemuan?

Mantan Presiden Artisaari adalah orang yang sangat aktif dalam isu perdamaian. Ia pernah aktif di Namibia, dia juga terlibat dalam perdamaian Kosovo. Kasus ini (Aceh) diperkenalkan kepada beliau oleh seorang pengusaha Finlandia yang sudah lama tinggal di Indonesia.

Saya berencana mengunjungi Aceh di tahun 2020.


Bagaimana Anda melihat ketegangan antara Republik Rakyat China dan Amerika Serikat? Apakah Indonesia dan Finlandia terdampak oleh ketegangan itu?

Dalam praktik ekonomi global, selalu buruk dampaknya apabila Anda mulai menaikkan tariff. Itu akan menciptakan ketidakpastian di kalangan investor dan iklim investasi dunia. Saya kira semua orang terdampak, dengan satu atau beberapa cara, karena hal itu berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Saat ini kita berada di periode di mana kita harus melihat dengan cara pandang yang lebih optismitik. Anda tidak akan pernah tahu, karena ada gelombang (twist) dan perputaran (turn) dalam ketegangan antara China dan Amerika Serikat. Saya berharap mereka dapat memecahkan masalah ini.

Saya kira kebanyakan negara Barat paham bahwa Amerika Serikat memiliki alasan (point) ketika, misalnya, meminta China agar lebih memperhatikan hak atas karya intelektual (property rights). Ada beberapa elemen dari sikap Amerika Serikat yang disetujui Eropa. Tetapi cara untuk menangani hal ini kami rasa juga sedikit lebih agresif.


Dengan ketegangan seperti ini, bagaimana Anda melihat masa depan, katakanlah 5 atau 10 tahun lagi?

Kalau kita melihat gambar besarnya, kita tahu bahwa pertumbuhan ekonomi China memberikan keuntungan bagi warganegara China. Dengan pertumbuhan yang tinggi pemerintah China berhasil menarik ratusan warganegara China keluar dari kemiskinan. Dunia juga senang bisa mengkonsumsi produk-produk China. Dan sekarang China juga berinvestasi di banyak tempat di dunia.

Jadi selalu ada narasi positif, dan kita tidak boleh melupakan hal itu.

Kita tidak perlu menyudutkan (demonizing) China, juga tidak perlu memuji China terlalu berlebihan. Yang jelas kita harus menyadari bahwa mereka kini lebih powerful.

Saya seorang yang optimistik sebagai manusia biasa. Jadi saya kira masa depan juga akan positif. Akan lebih banyak investor di dunia ini. Kita harus menganalisa hal ini kasus demi kasus untuk memahami apa yang menjadi sumber ketegangan.


Finlandia memiliki perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Siapa yang menjadi kompetitor bagi Finlandia di Indonesia?

Terkadang (perusahaan) Amerika Serikat, terkadang Eropa, terkadang China. Tetapi saya kira perusahaan Finlandia tidak menghadapi kompetisi dari pihak Indonesia.


Bagaimana Anda melihat pemerintahan baru yang kami miliki?

Saya berada di Indonesia sekitar 1 tahun 2 bulan. Saya tidak tahu personalitas masing-masing menteri. Tetapi dari yang saya lihat, ini merefleksikan apa yang ingin dicapai Presiden Jokowi dalam lima tahun kedua. Seleksi orang-orang yang duduk di pemerintahan juga  sangat logis.

Saya sangat ingin bertemu dengan Menteri Pendidikan Nasional Nadiem Makarim. Saya dan teman-teman Eropa bertemu dengannya bulan Juli lalu saat dia masih di Gojek. Saya terkesan dengannya. Akan sangat bagus kalau saya bisa berbicara dengannya. Saya yakin dia memiliki beberapa ide yang bagus sekali. Saya berharap dia dapat menjalankan tugas dengan baik. Ada banyak hal yang harus dilakukan. Ada semangat yang baik karena ia mau bekerja keras.

Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan adalah peran Indonesia dalam hal membangun perdamaian di dunia akan semakin signifikan. Kini Indonesia ada di Dewan Keamanan PBB dan di Dewan HAM PBB. Kami kira ada banyak hal yang Finlandia dan Indonesia dapat lakukan bersama dalam hal ini. Indonesia telah menggarisbawahi upaya memberdayakan kaum wanita dalam operasi menjaga perdamaian (peace keeping). Ini juga salah salah satu topik yang bisa kita kerjakan.

Baru-baru ini Kementerian Luar Negeri RI menggelar seminar tentang wanita, perdamaian dan keamanan. Kami dapat membantu di sektor ini dan ini akan menjadi sesuatu yang konkret, dan sudah kami lakukan sebelumnya.

Gambar besarnya adalah bagaimana melindungi dunia yang berdasarkan pada hukum (rule-based world), bagaimana kita memberikan dukungan pada PBB dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), contohnya. Dukungan ini perlu, karena bila ada pihak-pihak yang mempertanyakan tata dunia, negara kecil akan merasa terganggu. Itu sebabnya kami banyak terlibat dalam hal-hal yang terkait dengan penegakan hukum internasional. Kami merasa Indonesia juga memiliki kepentingan yang sama.

Dunia yang lebih damai lebih baik bagi Indonesia.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020