Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Rekonstruksi RS Di Sulteng, PUPR Gunakan Teknologi Canggih

Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone | Selasa, 09 April 2019, 00:57 WIB

PUPR/Net

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana untuk merekonstruksi beberapa rumah sakit yang rusak akibat bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng).
 
Tidak tanggung-tanggung, rekonstruksi itu akan dilakukan dengan menggunakan teknologi canggih.
 
Kepala Satgas Kementerian PUPR Sulawesi Tengah, Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan, teknologi canggih dibutuhkan untuk menjamin agar bangunan rumah sakit tidak mudah ambruk jika diguncang gempa.
 
"Kita terapkan dengan teknologi tinggi terkait dengan gempa," katanya dalam konferensi pers di Media Center PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4).
 
Dia menjelaskan, ada banyak rumah sakit yang harus diperbaiki, namun khusus untuk RSUD Anutapura yang hancur total, bangunannya akan dibangun ulang.
 
Salah satu teknologi canggih yang akan diterapkan untuk pembangunan ulang itu adalah dengan memasang peredam goncangan di fondasi bangunan.
 
"Kemudian di beberapa kamar, terutama di kamar operasi, kamar CT scan, disitu juga ada peredam gempanya. Jadi kalau ada dokter yang sedang operasi dan terjadi gempa, insya Allah tidak akan merasa terjadi gempa," tekannya.
 
Namun demikian, imbuhnya, untuk beberapa rumah sakit yang kerusakannya tak separah RSUD Anutapura, peredam gempa hanya dipasang pada ruang tertentu.
 
"Di beberapa (rumah sakit) yang lain hanya ruang khusus saja yang kita pasang peredam gempanya. (Misalkan ruang) operasi dan CT scan," pungkasnya.

Artikel Lainnya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat