Menaker Apresiasi Kontribusi SidoMuncul Untuk Kemajuan Ketenagakerjaan

Sabtu, 23 Maret 2019, 16:57 WIB | Laporan: Ruslan Tambak

Menteri Tenaga Kerja, M. Hanif Dhakiri (kiri)/Net

. Menteri Tenaga Kerja, M. Hanif Dhakiri mengapresiasi kinerja komisaris dan direksi PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul yang telah berhasil memantain karyawan sebanyak 4.000 orang yang saling sinergis, harmonis dan tanpa gejolak sedikitpun.

Demikian disampaikan Hanif saat berkunjung ke pabrik perusahaan jamu terkemuka dan termodern SidoMuncul di Bergas, Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (20/3) lalu. Menteri asal PKB itu diterima Komisaris Utama Sofjan Hidayat dan Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat.

Legacy nenek moyang Indonesia yang memiliki makna, "impian yang terwujud" ini berhasil dikelola secara ciamik oleh generasi ketiga, dari pasangan mendiang Jahja Hidayat dan Desy Sulistio Hidayat, yakni lima bersaudara: Irwan Hidayat, Sofjan Hidayat, Sandra Linata Hidayat, Johan Hidayat dan David Hidayat.

Kunci sukses industri jamu ini karena telah dikelola seperti industri farmasi, yaitu transparan, rasional, aman, bertanggung jawab, dan jujur.

Menaker Hanif Dhakiri angkat topi atas kontribusi besar SidoMuncul kepada bangsa dan negara. Berkat SidoMuncul, banyak angkatan kerja terserap cukup besar sehingga sangat membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran. Meski diawali sebagai perusahaan keluarga yang kini sebagai perusahaan publik, korporasi ini telah sangat kontributif untuk kemajuan ekonomi dan ketenagakerjaan nasional.

"Tidak banyak perusahaan keluarga yang kompetitif, namun SidoMuncul bisa membuktikan dengan cara yang baik dan bertanggung jawab kepada karyawan, pengelola, pemegang saham, masyarakat dan lingkungannya. Karena itu Pemerintahan Jokowi-JK memberi apresiasi tinggi atas kontribusinya selama ini," ujar Hanif di hadapan ratusan karyawan SidoMuncul.

Komut SidoMuncul, J Sofjan Hidayat menyampaikan rasa terima kasih, pemerintah yang kali ini diwakili oleh Menaker Hanif Dhakiri berkenan mengunjungi langsung pabrik SidoMuncul.

"Akan sangat baik dan fair, pemerintah selaku regulator serta fasilitator melihat secara faktual hubungan industrial antara tenaga kerja dengan manajemen atas ketaatan perusahaan melaksanakan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sehingga terjalin hubungan sinergi dan harmonis," jelas Sofjan dalam keterangannya, Sabtu (23/3).

Dia menyebutkan pemenuhan hak-hak karyawan telah ditunaikan secara baik dan bertanggung jawab oleh perusahaan. Mulai pemenuhan UMR yang juga melebihi angka yang ditetapkan pemerintah daerah, hak cuti, tunjangan lembur dan transportasi, cuti hamil, beribadah dan THR.

Menurutnya pengelolaan SDM menjadi sangat penting bagi perusahaan karena keberadaannya sebagai ujung tombak pencapaian kinerja perusahaan. Tenaga kerja akan merasa aman, nyaman dan mendapatkan kepastian manakala, manajemen juga secara tegas memberikan reward dan juga punishment jika terbukti ada pelanggaran. Sofjan bisa menuturkan hal tersebut karena pengelolaan SDM salah satu spesialisasinya. Bagaimana dia sukses membangun jejaring distribusi jamu di seantero nusantara.

"Menjadikan distributor yang tadinya bukan siapa-siapa sekarang diperhitungkan bahkan mau dibajak perusahaan lain. Tapi karena loyalitas dan militan kepada SidoMuncul, mereka menolak tawaran itu karena sudah cukup kapitalnya," ungkap Sofjan.

Menaker Hanif mengamini pernyataan Sofjan karena SidoMuncul telah melaksanakan aturan negara dalam melindungi dan memastikan jaminan hak-hak karyawannya.

"Pemerintah juga mengapresiasi SidoMuncul lantaran hubungan industrial dan semua yang terkait dengan ketenagkerjaan berjalan bagus. Karenanya saya berpesan, hendaknya SidoMuncul tetap menjaga kondisi ini, seterusnya," ucap Hanif.

Menaker juga merespons positif manajemen SidoMuncul yang telah intens memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pekerjanya. Pemerintah sepanjang 2019 ini menargetkan akan membuka program pelatihan bagi 526.000 tenaga kerja.

Dikatakannya, tantangan Indonesia kedepan semakin besar. Banyak masalah yang tidak jauh berbeda dari setiap pemerintahan dari masa ke masa mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran. Karenanya, dengan adanya industri yang mampu bersaing seperti SidoMuncul diharapkan terus eksis serta mampu berkontribusi kepada negara secara kompetitif di tengah gelombang industrialisasi.

"Artinya mampu menggerakkan perekonomian seluruh mata rantai yang ada serta survive di tengah dunia industri penuh persaingan seperti saat ini," katanya.

Hanif menambahkan capaian pemerintah dalam upaya menurunkan kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran tidak terlepas dari adanya peran swasta terutama sektor industri.

Direktur SidoMuncul, Irwan Hidayat, menyebut keberhasilan SidoMuncul hingga seperti ini karena selaku mengikuti aturan pemerintah.

"Kita selalu mengikuti aturan pemerintah. Seperti karyawan semuanya diasuransikan melalui BPJS Ketenagkerjaan, kita juga memberikan pelatihan-pelatihan, termasuk mengikuti format Revolusi Industri 4.0," jelas Irwan Hidayat.

Selain itu untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, Irwan menyebut manajemen memfasilitasi pendirian koperasi karyawan yang saat ini memiliki dana lebih dari Rp 15 miliar.

Baik Irwan Hidayat dan Sofjan Hidayat mengatakan yang terpenting bahwa keberhasilan SidoMuncul itu karena kita mengedepankan semangat kekeluargaan, tidak menganggap karyawan sebagai bawahan tapi sebagai mitra kerja.

Kolom Komentar