Penyebab Pelaku UKM Gagal Dalam Berwirausaha

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 27 Agustus 2017, 17:12 WIB
rmol news logo Ada sejumlah kesalahan yang dilakukan pelaku usaha kecil menengah (UKM) hingga menjadi penyebab kegagalan dalam berbisnis. Salah satunya, terletak pada pengelolaan keuangan.

"Mereka tidak bisa disiplin memilih dan memilah mana uang untuk usaha dan uang untuk konsumsi atau kebutuhannya. Sehingga, dia akan lupa dan selalu kehabisan modal untuk usaha selanjutnya atau untuk mengembangkan usahanya", papar Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS saat membuka acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM KUKM di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (21/8) lalu.

Di acara yang dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau Ridwan Hamta, Prakoso menambahkan bahwa kesalahan kedua terletak pada rasa cepat puas para wirausaha saat berproduksi. Sehingga tampilan produk yang tidak diperhatikan jadi alakadarnya, tidak cantik, tidak rapih, dan tidak kelihatan bersih.

"Padahal, untuk meningkatkan usahanya, pengusaha harus inovatif dalam mengemas produk," terangnya seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (27/8).

Selain itu, mutu produk juga biasanya kurang dijaga. Dalam hal ini, pelaku UKM kurang memberikan penghargaan dan penghormatan kepada pelanggan sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan.

"Untuk itu, peningkatan kapasitas SDM KUMKM perlu dilaksanakan melalui kegiatan whorshop untuk menggali ide bisnis, pelatihan, dan uji kompetensi bagi pengelola koperasi dan UKM,"sambung Prakoso.

Ia berharap peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan semangat untuk menggali potensi jiwa kewirausahaannya, sehingga menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri.

"Tujuan lainnya adalah kita ingin pelaku UKM bisa naik kelas", tandas Prakoso.

Menurutnya, untuk mencapai tujuan dan sasaran pelatihan kewirausahaan, peserta akan diberikan materi/bahan ajaran, seperti kebijakan pengembangan Lembaga Keuangan Mikro atau LKM, Proses Pendirian Koperasi, Penghimpunan Dana, Alat Kelengkapan Organisasi Koperasi, Pengelolaan Dana dan Keuangan, Penyaluran Kredit, Kesehatan Lembaga Keuangan Mikro, hingga Kepatuhan Pengelolaan Keuangan Mikro.

Peserta pelatihan ini berjumlah 170 orang, yang terdiri dari pembekalan kewirausahaan menggali potensi ide bisnis sebanyak 100 orang, pelatihan kewirausahaan melalui GKN bagi kelompok strategis sebanyak 40 orang, dan pelatihan bagi pengelola LKM berbasis kompetensi 30 orang. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA