Motivasi ini sangat kuat mendorong Adhyaksa maju. Dia ingin menunjukkan bahwa masih banyak orang Islam yang mempunyai kemampuan dan jujur.
"Demi Allah selama saya menjabat Menpora saya beri makan keluarga halal. Makanya saya sampai saat ini selamat meski ada tantangan, rintangan, hambatan sampai (kasus) Hambalang," kata Adhyaksa yang disambut tawa hadirin dalam diskusi politik yang digelar Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) dengan tema "Mencari Pemimpin Yang Ideal untuk Jakata" di Kantor Kornas Fokal IMM, Menteng, Jakarta, Kamis malam (21/4).
Adhyaska pun meminta agar Fokal IMM menjadi pelopor dalam menentukan nasib DKI Jakarta lima tahun kedepan (2017-2023) dengan mendukung calon gubernur yang berintegritas tinggi untuk membangun Jakarta yang lebih baik dan manusiawi.
Menurut dia, Ahok memiliki banyak kelamahan. Salah satunya, Ahok sosok yang tidak memegang komitmen. Dia bercerita saat berbicara empat mata dengan Ahok dia menjelaskan bahwa masyarakat Jakarta adalah mayoritas muslim. Sebagaimana di Sulawesi Utara pasti pemimpinnya umat Kristen maupun di Bali yang pasti Hindu, maka Jakarta harus juga dipimpin seorang muslim.
"Karena itu ada dua pilihan, Ahok masuk Islam atau dia tak membuat masalah dengan umat Islam. Eh, setelah kita keluar malah dia beberkan hasil pembicaraan kita. Ini bukti Ahok orangnya tidak memegang komitmen. Yang awalnya pembicaraan empat mata, malah jadi pembicaraan di mata Najwa," katanya, yang kembali disambut tawa hadirin.
[rus]
BERITA TERKAIT: