Pertemuan tersebut digelar di ruang rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (15/4).
"Kenal Hariyanto? Siapa dia? Apa perannya di penggusuran Luar Batang?" tanya Gani kepada Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi.
Sontak beberapa perwakilan warga berteriak.
"Nah itu dia. Itu dia, akhirnya ada yang berani sebut namanya, itu orangnya," teriak warga dalam pertemuan.
Sebelumnya warga mengatakan bahwa dalam sebuah pertemuan di kantor kelurahan, mereka mendapati ketua RW dan Ketua RT mendapatkan uang transportasi sebanyak Rp 2 juta tanpa tanda terima.
Padahal, lanjut warga itu, seharusnya hanya Rp 40 ribu dan memakai tanda terima jika memang pertemuan tersebut bersifat resmi.
"Ini Rp 2 juta tanpa tanda terima. Katanya disuruh Pak Camat. Kejadiannya sekitar beberapa hari sebelum penggusuran," lanjutnya.
Sementara itu Camat Penjaringan, Abdul Khalid menjelaskan bahwa Hariyanto hanya seorang pensiunan PNS dari dinas Pekerjaan Umum.
"Masalah Rp 2 juta, tanya mereka yang katanya melihat. Saya tidak tahu itu. Kalau Pak Hariyanto memang dulunya orang PU. Sekarang mah bukan siapa-siapa," jelas Abdul Chalid.
[zul]
BERITA TERKAIT: