"Kami ini bingung, Pak. Rusun yang dikasih, enggak ada yang layak sama sekali. Rusun Rawa Bebek, Rusun Marunda, Rusun Cakung, bobrok semua. Bagaimana kami hidup?" ujar ujar perwakilan warga Luar Batang RW 04, Sulaiman.
Dia mengatakan itu dalam pertemuan dengan dengan Wali Kota Jakarta, Rustam Efendi dan anggota DPRD DKI Jakarta di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (15/4).
Hal itu misalnya dialami warga Pasar Ikan yang sudah digusur. Kata Sulaiman, banyak warga yang sudah mendapatkan kunci rumah susun justru mengembalikan kunci tersebut. Lantaran kodisi rumah susun yang tidak layak. Sehingga, mereka lebih memilih hidup di perahu yang mereka miliki.
"Rusun jauh dari laut, para nelayan tidak bisa lagi melaut, akhirnya mereka memilih tidur di perahu. Bukan tidak mau di rusun, tapi rusunnya enggak ada yang beres," tegasnya.
Oleh sebab itu, hingga saat ini terhitung 352 kartu keluarga yang mengungsi di Masjid Kramat Luar Batang.
"Ini bukan masalah pindahin rumah orang doang, Pak. Ini masalah pindahin hidup orang. Kami sadar kalau pakai tanah negara 56 tahun lalu, tapi enggak begini kami digusur," kata Sulaiman.
Sementara Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan rumah susun sebaik-baiknya dan tidak ada lagi yang tinggal di perahu. "Untuk yang tinggal di perahu, kami akan carikan solusi. Kami cari rusun yang dekat dengan laut, mau enggak mau ya begitu," jelas Rustam.
[zul]
BERITA TERKAIT: