Ingat, Sudah Dua Dasawarsa Lingkungan Rusak Parah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 14 April 2016, 00:52 WIB
Ingat, Sudah Dua Dasawarsa Lingkungan Rusak Parah
rmol news logo . Dalam dua dasawarsa terakhir, pengelolaan lingkungan di Indonesia, khususnya di Kalimantan, sudah sangat mengkhawatirkan. Karena cenderung mengabaikan nilai-nilai budaya daerah dan kearifan lokal.

Hal ini ditetgaskan Ketua Umum Sekretariat Nasional Jaringan Intelektual Muda Kalimantan (Seknas Jimka), Dr MS Shiddiq. "Kalau dibiarkan, kondisi ini akan sangat membahayakan," tegasnya.

Shiddiq mencontohkan, sejumlah peristiwa bencana alam, mulai tanah longsor, banjir, kabut asap dan sebagainya, adalah dampak dari rendahnya kepedulian stakeholders pada lingkungan.

Berdasarkan data, terang alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin, Kalsel ini, hutan di Indonesia berkurang drastis hingga mencapai 85 persen. Baik karena perambahan hutan, pembukaan lahan kelapa sawit, maupun untuk pertambangan batubara.

Karena itu, lanjut Shiddiq, Jimka mendorong para pemegang kebijakan di tingkat pusat maupun daerah, agar segera merumuskan kebijakan yang benar-benar memperhatikan aspek lingkungan dan nilai-nilai kearifan budaya lokal.

Sebagai upaya membangun kembali kesadaran akan hal ini, ujarnya, melalui peringatan hari bumi tahun ini, diharapkan menjadi daya dorong kesadaran para stakeholder dalam menyusun kebijakan.

Terutama yang berpihak pada tata kelola lingkungan (green policy), upaya menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, dilandasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

"Peringatan Hari Bumi 2016 ini, adalah wadah berhimpun para intelektual muda Kalimantan dari berbagai kalangan, yang aktif mengkampanyekan nilai-nilai egalitarianisme, kesetaraan jender, penyelamatan lingkungan, pengembangan kepemimpinan, dan program pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Dikatakan Shiddiq, Peringatan Hari Bumi 2016 kali ini akan dipusatkan di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandingin, Kalsel. Acara ini, terangnya, Jimka akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai kemah bersama, penanaman 1.000 pohon, sunatan massal, dan temu tokoh adat/masyarakat, serta deklarasi Gerakan Selamatkan Indonesia (Save Indonesia), pada 22 hingga 24 April.

Untuk memeriahkan acara ini, pihak Jimka, imbuh Shiddiq, sudah mengundang berbagai komponen masyarakat mulai karang taruna, kwartir gerakan Pramuka, pecinta alam, aktivis lingkungan, pelajar dan mahasiswa, remaja masjid, ormas pemuda dan keagamaan, dan masyarakat umum, untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

"Kami sangat mengharapkan partisipasi seluruh komponen masyarakat ambil bagian dalam gerakan selamatkan Indonesia ini," ujarnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA