"Usut tuntas korupsi reklamasi DKI, save DKI dr org yg bermental Berangasan Suka Korupsi (Basuki)," tulis Habiburokhman di Twitter pribadinya
@habiburokhman, Minggu (3/4).
Dia menekankan bahwa Ibukota Jakarta harus diselamatkan dari pemimpin-pemimpin yang bermental koruptor.
"Save Jakarta dari pemimpin yang bermental Basuki, bukan nama orang tapi kepanjangan dari BerAngasan dan Suka KorupsI (Basuki)," ciutnya.
Sementara itu, penilaiannya, semua parpol juga pernah mengalami persoalan tangkap tangan salah satu kader partainya oleh lembaga antirasuan seperti yang dialami Gerindra saat ini.
"Semua Partai pernah alami kader kena OTT, yang bedakan adalah respon, Insya Allah Gerindra selamat dan akan lebih kuat," tulis Habiburokhman.
Habiburokhman merupakan salah satu kader Partai Gerindra yang menggagas terbentuknya Tim Advokasi Jakarta Bergerak. Tim ini akan menampung semua keluhan masyarakat Jakarta yang merasa dirugikan oleh kebijakan-kebijakan yang dibuat Ahok.
Sebelumnya, KPK menangkap Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Sanusi dan karyawan PT. Agung Podomoro Land (Tbk), Trinanda Prihantoro, dalam kasus dugaan suap Kamis malam (31/3). Sanusi dan Trinanda kemudian ditetapkan menjadi tersangka. Sanusi yang juga bakal calon Gubernur DKI Jakarta itu jadi tersangka penerima suap.
Keesokan harinya, Jumat (1/4), Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Ariesman Widjaja menyerahkan diri setelah ditetapkan menjadi tersangka sebagai penyuap.
Sanusi ditangkap tangan lantaran diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari pengembang Agung Podomoro Land terkait pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.
Selain Sanusi dan Trinanda, ketika itu penyidik juga mengamankan GER dan BER yang berperan sebagai perantara. Dalam operasi malam itu, KPK menyita barang bukti uang sebesar Rp 1,1 miliar.
[rus]
BERITA TERKAIT: