Sesudah panen, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak antara Pemprov NTB dengan Bulog, dan pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan alat dan mesin pertanian secara simbolis oleh gubernur kepada Dandimse-Pulau Lombok yang diwakili dandim 1606 Lobar dan Dandim 1620 Loteng berupa alat mesin tanam padi jajar legowo sebanyak 15 unit, traktor roda dua sebanyak 5 unit dan dalam keseampatan yang sama Panglima TNI menyerahkan secara simbolis bibit padi varietas kartika I-82 sejumlah satu ton kepada Gabungan Kelompok Tani "Maju Bersama Kecamatan Jonggat Lombok Tengah".
Gubernur Zainul mengatakan NTB adalah salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai super focus penyangga produksi beras secara nasional. Hingga saat ini masyarakat NTB masih tetap bersemanagat dan bekerja keras mensukseskan program pemerintah swasembada pangan.
"Alhamdulillah NTB tak pernah mundur dari komitment itu dimana 47 perseb tenaga kerjanya terserap di sektor pertanian yang dengan kerja keras mereka, selalu setiap tahun menghasilkan produksi yang melebihi target secara nasional," jelas gubernur
Gubernur menegaskan pada tahun 2015 kenaikan produksi beras di NTB dibanding 2014 sudah mencapai angka sekitar 12 persen jauh dari rata-rata peningkatan produksi nasional dan ini menunjukkan bahwa semangat para petani di NTB masih cukup kuat untuk mensukseskan program swasembada pangan.
"Alhamduliilah untuk tahun 2016 ini juga kalau dilihat dari statistik yang ada, insyaAllah meningkat jauh dibanding 2015 lalu. Jadi, kalau dari sisi komitmen petani NTB, masyarakat NTB untuk melaksanakan amanah dari pemerintah pusat menjadi salah satu lumbung pangan nasional, insyaAllah kami laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
[rus]