"Kepada Perdana Menteri Josaia Bainimarama dan Menteri Luar Negeri Ratu Inoke Kubuabola saya sampaikan bahwa kami akan konsisten hadir di wilayah ini," kata dia dalam siaran pers Kemenko Polhukam.
Menko Polhukam menyampaikan bahwa dari rangkaian pertemuannya dengan PM Bainimarama, Menteri Pertanian, Pemukiman, Maritim dan Penanggulangan Bencana Ina Seriaritu serta dalam jamuan makan siang dengan Menteri Kubuabola, ia kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu dan bekerjasama dengan Fiji di bidang ekonomi, perikananan, pertanian, militer, budaya dan militer. Kerjasama militer dalam bentuk manajemen pengelolaan bencana seperti pelatihan menghadapi kondisi bencana dan dalam penjaga perdamaian.
"Saya harap Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan bisa segera datang ke sini untuk merealisasikan kerjasama-kerjasama tersebut. Hal ini penting untuk menunjukkan keseriusan Indonesia," ucapnya.
Menyinggung isu Melanesian Spearhead Group (MSG), Menko Polhukam mengatakan bahwa hal itu juga disinggung dalam pertemuannya dengan Menlu Kubuabola. Dalam pertemuan tersebut Menteri Kubuabola mengatakan niat Pemerintah Fiji untuk mengusulkan agar status Indonesia di MSG dapat ditingkatkan dari Associate Member menjadi Full Member, yang akan memperkuat posisi Indonesia di kelompok negara-negara Melanesia tersebut. Menanggapi hal ini, Menko Polhukammengatakan akan melaporkannya kepada Presiden Joko Widodo, dan akan membicarakannya dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sesampainya di Jakarta nanti.
Setelah menyelesaikan rangkaian pertemuan di Fiji, hari Kamis petang waktu setempat, Menko Polhukam meninggalkan Suva menuju Port Moresby untuk melakukan kunjungan resmi ke Papua Nugini selama dua hari.
[rus]
BERITA TERKAIT: