"Kami mengapresiasi keberanian Presiden soal Masela, dan memang harus begitu. Presiden harus selalu berani dalam mengambil keputusan apalagi ini menyangkut kedaulatan Indonesia," kata Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Riset dan Keilmuan, Dedi Irawan, Jumat (25/4).
Jelas Dedi, ada beberapa hal yang perlu diapresiasi dari keputusan soal Blok Masela. Ini harus dijadikan sebagai pedoman ke depan.
Pertama, Jokowi mendengarkan aspirasi masyarakat Indonesia dan Maluku khususnya, sebagai wilayah yang memiliki sumber daya tersebut.
Kedua, keputusan Jokowi sebagai tanda bahwa negara ini sudah kembali menghargai ahli-ahli dalam negeri, percaya dengan SDM anak bangsa, karena keputusan didasarkan pada hasil kajian Kemenko Maritim dan Sumber Daya bersama tim ahli ITB.
Ketiga, intervensi korporat asing dengan modal dan monopoli teknologi canggihnya tidak berlaku lagi di Indonesia, karena Pemerintah lebih mengutamakan kepentingan nasional.
"Ini menjadi momentum dalam pengelolaan kekayaan sumber daya alam," ujar Dedi, yang juga mahasiswa Magister Kelautan UI.
Ke depan, lanjut Dedi, bahwa korporasi asing dan siapapun yang ingin mencari keuntungan di Indonesia harus mengikuti aturan main yang ada, yang didasarkan pada kepentingan nasional.
"Ini sejalan dengan visi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah untuk meluruskan kiblat bangsa terkait soal sumber daya alam. Akhirnya Presiden mendengarkan seruan IMM," ungkapnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: