Massa aksi turun ke jalan untuk menuntut agar Pemerintah agar segera menutup transportasi berbasis aplikasi online, yang menggunakan mobil plat hitam.
"Diperkirakan akan ada 5.000 sampai 10.000 massa yang akan ikut aksi ini. Bahkan bisa lebih, karena mereka biasanya spontan gabung aksi," kata Humas PPAD, Suharto saat dihubungi, Selasa (22/3).
Rencananya aksi ini akan dilakukan mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB. Suharto mengatakan aksi kali ini adalah aksi damai sehingga tidak ada sweeping yang akan dilakukan pihaknya kepada supir-supir lain yang tidak ikut berpartisipasi.
"Tidak ada sweeping terhadap armada yang sedang mengangkut penumpang," terangnya.
Pada dasarnya, para sopir angkutan ini merasa kecewa dengan pihak Istana sebab aksi pertama yang dilakukan beberapa waktu lalu tidak bisa mengakomodir aspirasi mereka. Bahkan, selang beberapa hari, Pemerintah malah melegalkan dan menyetujui adanya koperasi bagi angkutan berbasis online.
"Kita kecewa. Kita ditemui Mensesneg, Kemenhub dan perwakikan Kominfo. Mereka bilang dikasih waktu 15 hari untuk sidang panel. Tapi apa? selang sehari mereka (Pemerintah) mengumpulkan pihak aplikasi online dan menyetujui mereka membuat koperasi, gimana kita nggak kecewa," tegas Suharto.
Meski begitu, Suharto mengimbau kepada massa aksi untuk menjaga ketertiban dan keamanan agar penyampaian aspirasi yang dilakukan dapat berjalan lancar tanpa ada provokasi.
"Kami mengimbau kepada teman-teman pengemudi untuk tetap menjaga sikap pada saat berdemo nanti. Khawatir ada pihak-pihak yang memprovokasi," imbuhnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: