Pasangan itu saat ini terus menggalang dukungan dengan mengumpulkan dua juta salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat pencalonan secara independen.
"Kami baru memulai tapi kami sudah punya jaringan di seluruh Jakarta, dari jaringan aktivis juga. Semoga Juni terkumpul," kata Mujtahid saat deklarasi di perkampungan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (13/3).
Dalam kesempatan itu, Mujtahid turut mengkritik kebijakan Gubernur Basuki T. Purnama alias Ahok yang menurutnya banyak dikuasai oleh konglomerat hitam. Antara lain, seperti penggusuran dan reklamasi pesisir Jakarta.
"Saya melihat masa depan daerah sini (Petamburan) akan digusur. Dilihat dari model pembangunan yang sekarang," kritiknya.
Sementara, Ahmad Taufik sendiri mengaku akan maju secara independen meski istrinya tercatat sebagai salah satu pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun, pasangan Taufik-Mujtahid mengaku tidak menutup kesempatan apabila ada partai politik yang mau meminang mereka.
"Kami tidak anti partai tapi juga jangan underestimate warga. Kalau ada partai politik yang sejalan ya bisa saja," tegas Taufik.
Sebelumnya, Taufik pernah mengikuti seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Oktober 2014 namun gagal. Latar belakangnya sebagai jurnalis, dosen, dan advokat tidak membawa berhasil duduk di kursi kepemimpinan KPK jilid IV.
Deklarasi yang digelar pasangan Taufik-Mujtahid berlangsung cukup meriah dengan hiburan dari pengamen jalanan. Acara juga diisi dengan prosesi cuci kaki kaum ibu warga setempat dan pelepasan balon.
[wah]
BERITA TERKAIT: