"Kami akan promosikan Lombok yang sudah juara dunia untuk Halal Destination 2015," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Jakarta, Sabtu (27/2).
Bulan April 2016, Kemenpar membidik pasar negara kerajaan tersebut. Bersama industri pariwisata, mereka akan pameran Riyadh Travel Show (RTS) yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 15 April.
"Kami akan terus menggarap pasar Arab Saudi dengan promosi pariwisata. RTS ini merupakan pameran untuk masyarakat umum atau publik di Arab Saudi," ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemepar, I Gde Pitana menambahkan.
Sementara, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timteng, Amerika dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya, mengatakan, khusus untuk even RTS, Kemenpar akan bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang sudah menyewa lahan pameran sebesar 12 meter persegi, sedangkan pihaknya menyewa lahan pameran sebesar 24 meter persegi.
"Ini untuk pertama kalinya kami mengikuti kegiatan pameran ini, karena tahun lalu kita tidak punya anggaran untuk pameran ini," ujar wanita berhijab itu.
Program ini merupakan usaha Kemenpar untuk terus berpromosi ke Timur Tengah khususnya Arab Saudi. "November tahun lalu kita sudah bertemu dengan 260 buyers di tiga kota, nah RTS momen kita untuk mempromosikan Indonesia lebih detail ke Arab Saudi," ujarnya. Nia menambahkan, Kemenpar akan mempromosikan ke Arab Saudi dengan paket wisata great Jakarta dan semua yang berkaitan dengan wisata yang disukai oleh masyarakat Arab Saudi.
"Target utamanya adalah great Jakarta, yang di dalamnya ada Puncak, Bandung, dan dikombinasikan dengan wisata halal yang dimiliki Lombok. Kami akan genjot kepada mereka," ujar Nia.
Arab Saudi memang bukan pengunjung yang jumlahnya besar masuk ke Indonesia, namun daya beli dan gaya hidup yang kelas atas, membuat wisatawan Arab Saudi merupakan wisatawan yang besar membelanjakan uangnya di Indonesia.
"Untuk Hotel saja, wisatawan Arab Saudi itu selalu memesan hotel atas atau bintang lima, mereka satu hari membelanjakan uangnya cukup signifikan. Tentu ini sangat berimbas positif kepada perekenomian masyarakat Indonesia," tukas Nia.
[rus]
BERITA TERKAIT: