"Kalau Ahok tidak sanggup biarkan saya yang ke sana," ujar Abraham Lunggana di kantornya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (12/2).
Pasalnya, politisi PPP yang akrab disapa Haji Lulung itu mengaku mengenal baik dengan masyarakat sekitar Kalijodo.
"Harus berangkat dari tokoh lokal di situ. Saya yakin mereka mengenal saya dengan baik," bebernya.
Oleh sebab itu, penanganannya tidak dilakukan dengan kekerasan. Apalagi dengan menggunakan fasilitas negara yang difungsikan untuk perang.
"Jangan ada lagi gas air mata. Jangan menggunakan kekerasan berdampak anarkis. Menggunakan alat-alat negara. Alat ketahanan alutsista. Itu untuk perang," tandasnya.
Sudah seharusnya rakyat diajak berbicara dengan baik secara manusiawi. Dia mengingatkan agar tidak kembali terulang tragedi Kampung Pulo pada pertengahan 2015 lalu.
"Jangan ada lagi kasus terulang 20 Agustus 2015," imbuhnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: