Perilaku mereka bagi umumnya manusia sehat nalar, dianggap abnormal. Tidak sedikit mencapnya psikopat. Mereka mengalami gangguan kejiwaan karena memilih jalan kematian sebagai kemuliaan, dengan cara meledakkan bom bunuh diri, tak peduli jatuh korban nyawa tak berdosa.
Tapi bagi orang-orang seperti ini, apa yang dilakukan dianggapnya sebagai pengejawantahan paling suci dari ketaatan kepada Tuhannya. Dan balasan atas pilihan mengakhiri hidup dengan cara ini luar biasa menggiurkan. Kenikmatan surga yang abadi.
Bagi mereka yang mengalami kesulitan hidup tingkat dewa di dunia ini, maka janji-janji seperti ini sangat favorit jadi pilihan. Semilir angin surgawi demikian menggoda. Bagi yang tidak memiliki ketahanan jiwa mengalami kepahitan di dunia maka tak segan mereka melakukan percepatan dan mengambil jalan pintas.
Apalagi kalau angin surgawi ini dimarketingkan oleh orang-orang yang piawai mengengginering ayat-ayat, pandai berdalil, berjanggut dan Arab look, maka dengan mudah banyak yang terbius. Klepek-klepek. Nyawa sudah diserahkan di depan.
Agen spesialis indoktrinasi jihadis seperti ini memang tidak pernah jadi ersekutor. Tugasnya ya cuci otak para calon pengantin. Karena jadi tugas rutin, sudah banyak referensi bagaimana dengan cepat para idiolog gerakan politik teror ini memproduksi kader garis keras dan berani mati.
Para idiolog ini sangat menikmati kehidupannya di dunia ini. Tidak jarang proyek teror ini 'dijual' untuk operasi intelijen negara adikuasa untuk memegang kuasa atas suatu wilayah. Mereka mendapatkan keuntungan ekonomi di sini, dengan mengkapitalisasi janji dan angin surgawi kepada orang-orang yang sudah menyerah dengan keadaan. Naudzubillahimin dzalik. ***
BERITA TERKAIT: