Demikian disampaikan Ketua Presidium IPW Neta S. Pane kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/1).
Pihaknya menilai serangan di Thamrin adalah serangan yang gagal, tapi menimbulkan kejutan luar biasa. Mengapa gagal? Menurut Neta, karena lebih banyak pelaku yang menjadi korban dan masih banyak bom yang tidak terpakai.
"Kita khawatirkan jaringan kelompok teror ini akan mengulang kembali aksinya dalam waktu dekat. Untuk itu Polri harus segera memburu mereka agar tidak ada kesempatan mengulang aksinya," katanya.
IPW melihat ada tiga fenomena baru dalam aksi teror di Thamrin. Yaitu untuk pertama kali teroris dalam jumlah banyak melakukan serangan terbuka di beberapa tempat di ruang publik yang disaksikan banyak orang. Para teroris Indonesia melakukan aksi show off force yang luar biasa dengan mencontoh apa yang terjadi di Paris pada November 2015.
Kedua, serangan teror menggunakan bahan peledak seadanya tapi para pelaku nekat melakukan aksinya, seakan sudah siap bunuh diri bersama-sama. Ketiga, para teroris tampak sangat tenang dalam beraksi. Tidak ada raut takut dan cemas, meski beraksi di ruang terbuka yang disaksikan banyak orang dan wajahnya gampang dikenali.
"Sepertinya jaringan ini hendak mengirim pesan bahwa kelompok mereka lebih berbahaya dari kelompok teroris sebelumnya, karena punya keberanian luar biasa untuk melakukan serangan besar di pusat kota maupun pusat keramaian," jelas Neta.
[wah]
BERITA TERKAIT: