Memasuki Ronde Ke-3, Jokowi Bisa Menang TKO Atas JK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 08 Januari 2016, 21:47 WIB
rmol news logo Susunan kabinet produk reshuffle session 2 yang konon akan segera diumumkan dalam waktu dekat ini akan mencerminkan hasil pertarungan politik Jokowi vs Jusuf Kalla (JK). Kemungkinannya Jokowi akan memenangi pertarungan ini dengan TKO.

Demikian kata Adhie M Massardi dalam dialog publik bertajuk "Jokowi Vs JK, dalam Isu Reshuffle Kabinet Jilid II" yang digelar Institute Soekarno-Hatta di resto Warung Komando, Jakarta, siang tadi (Jumat, 8/1).

"Memang kalau diibaratkan tinju, pertarungan Jokowi vs JK di kabinet sudah memasuki ronde ketiga. Pada ronde pertama, Jokowi kalah lumayan telak. Karena praktis hanya menempatkan dua menteri, Praktikno (Setneg) dan Andrinov Chaniago (Bapenas). Selebihnya, merupakan pilihan JK. Karena seleksi akhir dari para kandidat menteri yang dikirimkan partai-partai pendukung oleh Jokowi diserahkan kepada JK untuk dipilih. Maklum, ketika itu Jokowi belum mengenal mereka," paparnya.

"Tapi pada ronde kedua pertarungan berjalan imbang. Meskipun Menko Ekonomi diisi orang JK (Darmin Nasution), Jokowi bisa mengimbanginya dengan memasang Rizal Ramli sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya. Sedangkan pencopotan Andrinov yang diganti Sofyan Djalil (JK) tapi di Seskab Jokowi memasang Pramono Anung," sambung dia.

Pada ronde ke-3, lewat tangan kanan (Sudirman Said) dan tangan kiri (Yuddy Chrisnandi), JK memang berhasil melancarkan jab-jab telak yang mengguncang pertahanan Jokowi. Sudirman Said dengan manuver berbahaya melakukan perpanjangan kontrak karya Freeport, kontrak blok gas Masela dan pungutan liar BBM. Tapi untung Jokowi berhasil menggagalkan jab-jab Sudirman Said.

"Sedangkan jab dari Yuddy, evaluasi konyol anggota kabinet yang disasarkan hanya kepada menteri-menteri dari Partai Nasdem dan PKB, menguncang kekokohan KIH, koalisi pendukung Jokowi. Saya percaya, teman-teman di Nasdem dan PKB tak akan goyah karena paham ini seperti yang dilakukan Sudirman Said, hanya manuver politik distabilitas (keguncangan politik) yang bisa membawa Jokowi ke medan pemakzulan di Senayan," katanya.

Lebih lanjut, Koordinator Gaerakan Indonesia Bersih (GIB.) ini memprediksi pada ronde ke-4 Jokowi pada akhirnya akan memenangi pertarungan dengan TKO. Alasan Adhie, pertahan politik JK mulai goyah karena rapuh.

"Lihat saja, RJ Lino yang didukungnya hingga membuat Komjen Budi Waseso mental darinjabatannya sebagai Kabareskrim, akhirnya bisa di-TSK-kan oleh DPR dan KPK. Sebentar lagi mungkin Mabes Polri dan Kejaksaan. Freeport juga urung diperpanjang. Pungutan liar BBM yang berpotensi melawan UU berhasil dinetralisir Jokowi," urainya.

"Makanya, dengan fakta-fakta politik ini, saya percaya kabinet Jokowi session dua bakal mencerminkan 'kabinet 100 persen presiden' sehingga bisa menjalankan roda pemerintahan yang berpihak kepada rakyat dan menjauh dari praktek-praktek KKN seperti selama ini," pungkas Adhie.

Dalam diskusi yang dipandu Hatta Taliwang ini hadir juga anggota DPR Masinton Pasaribu (PDIP), Khotibul Umam Wiranu (Demokrat), Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyono, aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti serta Syahganda Nainggolan dan loyalis JK, Johan Silalahi. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA