Setahun Lebih Pemerintahan Jokowi, Nawa Cita Makin Ke Laut Aje...

Selasa, 05 Januari 2016, 09:47 WIB
Setahun Lebih Pemerintahan Jokowi, Nawa Cita Makin Ke Laut Aje...
Presiden Jokowi:net
rmol news logo Visi misi Presiden Jokowi da­lam Nawa Cita, dinilai tidak ter­bukti selama satu tahun pemer­intahan Kabinet Kerja. Program Revolusi Mental yang digembar-gemborkan Presiden Jokowi pun hanya isapan jempol.

Hal ditegaskan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, di Jakarta, kemarin. "Satu tahun pemerintahan Jokowi-JK den­gan visi Nawa Cita dan Program Revolusi Mental, semakin jauh panggang dari api. Belum me­nampakkan hasil," ujarnya.

Dikatakan Petrus, sudah banyak janji Jokowi untuk perbaikan pen­egakan hukum, khususnya pem­berantasan korupsi, namun yang terjadi, malah pelemahan institusi KPK, berikut badai kriminalisasi dan politisasi kasus pimpinan KPK ketika menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai ter­sangka.

"Presiden Jokowi tidak melakukan sesuatu untuk mencegah atau menyelamatkan pimpinan KPK yang berdampak pada pele­mahan institusi KPK," ujarnya.

Koordinator Forum Advokat Pengawal Konstitusi (FAKSI) ini menyebutkan, tuntutan dan cita-cita reformasi, yakni adanya perubahan mendasar dalam pe­merintahan yaitu; Soeharto mun­dur dari jabatan presiden dan Amandemen UUD 45, tujuannya adalah agar supremasi hukum bisa ditegakkan dan pember­antasan KKN dapat dilakukan dengan mudah.

Namun, lanjut bekas anggota Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara (KPKPN) ini, yang terjadi, ternyata orang-orang Orde Baru (Orba) kembali memimpin negeri ini dengan ber­bagai cara, di antaranya sep­erti kembali memimpin partai politik.

"Masuk menjadi pengurus bahkan pendiri parpol dengan berbagai kemasan dan slogan reformis, namun sesungguhnya karakter korup era Orba masih melekat dan mewarnai kehidu­pan parpol saat ini," ujarnya.

Menurut Petrus, selama per­jalanan pemerintahan ini, supre­masi hukum dan pemberantasan KKN mengalami nasib paling sial. Karena korupsi semakin merajalela, sementara hukum seolah tidak berdaya, termasuk koruptor Orba yang tak ada satu pun diproses hingga kini.

Belum terwujudnya tuntutan reformasi di bidang suprema­si hukum dan pemberantasan KKN selama sekitar 15 tahun, lalu muncul visi Nawacita dan program Revolusi Mental, na­mun diingkari Presiden Jokowi dan parpol pendukungnya.

"Banyak hal yang diingkari sendiri oleh presiden dan parpol pendukung. Seperti koalisi tanpa syarat, penguatan KPK dan lain-lainnya. Adalah kenyataan, jabatan menteri dibagi-bagikan kepada parpol pengusung," ujar Petrus. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA