Demikian disampaikan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dalam perbincangan dengan redaksi, Jumat malam (1/1).
Pernyataan Rizal Ramli disampaikan terkait dinamika di tubuh pemerintah, terutama relasi antara dirinya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang belakangan dikabarkan merenggang.
"Hubungan saya dengan Pak JK baik-baik saja. Kalau bertemu kami saling sapa, bilang selamat pagi, selamat siang," katanya.
Rizal menegaskan, dirinya tidak punya persoalan personal dengan JK. Semua yang dikerjakan dan dikatakan Rizal Ramli sejauh ini dalam konteks menjalankan tugas sebagai menteri kordinator.
"Pak Jokowi paham saya kalau bicara
candid, apa adanya. Tapi selalu mencari solusi," ujar Rizal Ramli.
Pernyataan-pernyataan Rizal Ramli yang barangkali dinilai oleh pihak tertentu sebagai serangan personal sebenarnya didasarkan pada keinginan untuk menghadirkan perubahan di Indonesia.
"Rakyat ingin perubahan dalam arti Indonesia menjadi lebih baik. Presiden juga menginginkan perubahan," sambungnya.
Perubahan ke arah yang lebih baik, tambah Rizal Ramli, hanya dapat dilakukan dengan Revolusi Mental seperti yang kerap dikatakan Presiden Jokowi.
"Revolusi Mental itu adalah perubahan ke arah yang lebih baik, perubahan prilaku agar tidak KKN, perubahan prilaku agar pejabat tidak jadi orang bisnis, atau pejabat tidak memperdagangkan kekuasaan," masih katanya.
Keinginan kuat mengubah Indonesia menjadi lebih baik ini juga yang membuat Rizal Ramli tak ragu-ragu mengambil tindakan yang oleh orang-orang yang terusik dituding sebagai kegaduhan.
"Kalau disebut gaduh, ya memang gaduh. Tetapi ini gaduh putih, seperti gaduh yang dibikin petani untuk mengusir tikus dari sawah. Kalau tidak begitu, panen bisa gagal," demikian Rizal Ramli.
[dem]
BERITA TERKAIT: