Seharusnya, masyarakat tidak terpaku pada perdebatan siapakah pahlawan dan bandit dalam kasus ini. Dari rekaman yang diputar berkali-kali terlihat jelas bahwa terjadi pertarungan antar
gang untuk memperebutkan kekayaan alam di bumi Papua.
Demikian disampaikan Jurubicara Komite Persiapan Liga Pemuda Indonesia (KP-LPI), Lamen Hendra Saputra, kepada redaksi beberapa saat lalu.
"Sinetron yang dipertontonkan di MKD tidak membicarakan kepentingan rakyat dan bangsa. Kubu-kubu yang mengadu dan diadukan, SS
and the gang dan SN-MRC
and the gang jelas sama-sama tidak nasionalis. Buktinya mereka sama-sama setuju perpanjangan kontrak Freeport tanpa ada peningkatan saham untuk bangsa," ujarnya.
Mantan Ketua Umum LMND ini berpendapat, kekayaan alam Papua harus kembali ke bangsa Indonesia, dikelola bangsa kita dengan prinsip berdikari. Para kapitalis rente yang selama ini menggerogoti bagaikan rayap, harus dibersihkan dari bumi Indonesia.
Meskipun meragukan pemerintahan Jokowi berani menasionalisasi Freeport dalam waktu dekat, Lamen masih berharap setidaknya pada 2019 kontrak Freeport tidak akan diperpanjang.
[dem]
BERITA TERKAIT: