APBN 2016 Belum Cerminkan Kebijakan Fiskal Yang Kuat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 15 November 2015, 22:19 WIB
APBN 2016 Belum Cerminkan Kebijakan Fiskal Yang Kuat
ilustrasi/net
rmol news logo Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) seharusnya didesain sesuai dengan fungsi alokasi, fungsi distribusi, dan fungsi stabilisasi dalam upaya mendukung penciptaan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi dan berkualitas.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Barisan Nusantara Awalil Rizky dalam diskusi di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Minggu siang (15/11).

"Selama ini APBN disusun hanya berdasarkan pada pendekatan akuntansi dan lebih taat kepada asas birokrasi daripada melaksanakan fungsi kebijakan fiskal yang baik dan kuat seperti yang diamanatkan oleh UU," ujar Awalil Rizky yang juga mantan Pokja APBN Tim Transisi Jokowi-JK.

Menurut Awalil, angka-angka alokasi belanja dalam APBN 2016 tidak mendukung target pembangunan dan arah kebijakan yang merespon tantangan ekonomi terkini maupun tahun mendatang.

"Langkah mengurangi subsidi tidak optimal dialokasikan pada pos-pos yang merespon kondisi dan kurang membuktikan apa yang dikedepankan dalam agenda Nawacita ataupun RPJMN," kata dia lagi.

Ada kesan, sambungnya, belanja prioritas kepada infrastruktur dengan sendirinya mengatasi semua masalah.

"Padahal tidak demikian, karena harus dicermati infrastruktur yang bagaimana, untuk apa dan siapa manfaat terbesarnya," demikian Awalil. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA