"Kalau enggak cocok dengan Dirut Pelindo, PDIP kenapa enggak suruh Jokowi ganti? Kalau anda enggak suka sama orang ini, bilang saja sama Jokowi," kata Refrizal, di Gedung DPR, Rabu (28/10).
Refrizal mengungkapkan, Fraksi PKS semangatnya tetap melakukan pembenahan. Karena itu, pihaknya konsisten bahwa Pansus Pelindo II ini bukan menarget orang per orang. Maka dari itu, dirinya heran ketika Pansus pada hari ini sudah menjadwalkan untuk memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno tetapi dibatalkan.
"Harusnya rapat internal dulu. Sudah ada undangannya kok ganti-gantian saja. Hari ini dengan Menteri BUMN, saya tanya kemaren sudah siap. Ternyata batal. Mungkin alat serang untuk Menteri BUMN masih kurang kali. Kan targetnya satu, Menteri BUMN harus direshuffle kan. Alat serangnya masih kurang. Baru 200 juta alat serangannya," ujarnya.
Refrizal menambahkan, jangan sampai Pansus ini jadi alat yang semangatnya untuk menjatuhkan orang.
"Semangat kita bukan orang naik kita turunin. Negara enggak boleh begitu. Saya sependapat dengan Rhenald Kasali. Kalau ada penghargaan buat anak bangsa," ungkapnya.
Bagi PKS, kata dia, dengan musuh saja harus berlaku adil. Apalagi dengan Pelindo yang bukan musuh.
"Yang baik bilang lah baik. Pelindo II tiga tahun berturut-turut dapat penghargaan di Asia. Dirutnya siapa? Kok gak disebutin?. Kenapa gak disebutin? Emang ada yang lain dapat penghargaan. Yang baik bilang lah baik, yang menyimpang masukin penjara. Saling hargai kita," jelasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: