Direktur Eksekutive Banggar Watch, Fahmi Hafel mengatakan akan melaporkan nama-nama anggota DPR RI yang menurutnya menjadi monster penyusunan RAPBN 2016 itu ke penegak hukum.
"Kami akan serahkan nama-namanya ke KPK besok (Selasa, 27/10)," kata Fahmi dalam keterangan tertulis kepada redaksi hari ini (Senin 26/10).
RAPBN 2016 yang akan banyak dijebol oleh para mafia anggaran di DPR, sebut Fahmi, jumlahnya tidak tanggung-tanggung berkisar Rp 1042,6 triliun. Anggaran yang jadi bancakan terdiri dari sektor infrastruktur, pendidkan, kesehatan, transmigrasi, proyek pembangkit listrik, pengadaan alat-alat pertanian dan pupuk serta Migas .
"Semua proyek di sektor ini sudah diatur baik jumlah pagu, pemenang, dan anggota DPR RI yang menjadi goal getter proyek-proyek tersebut, baik pengadaan barang maupun pembangunannya," papar Fahmi.
Ada 28 anggota DPR yang dituding Fahmi menjadi kordinator lapangan (korlap) pembahasan anggaran. Mereka berasal dari semua fraksi di DPR.
Fahmi menyebut initial nama-nama anggota DPR RI yang akan dilaporkan ke KPK yakni, ANS, AK, MN, RJKI, dan RBAE (Golkar); RIZ, BH, WiZ, dan IBPS (Gerindra ); INR dan ID (PPP); OLD, NS, SHN, dan WK (PDIP);
Lalu HABA dan SKT (PKS); DUJ dan EZA (Demokrat); HCC dan BN (PKB); HJJ, IRS, dan ANQ (PAN); AT, ESR, dan RC (Nasdem); serta DYL (Hanura).
"Dalam proyek-proyek itu terjalin kerjasama yang rapih antara kontraktor, supplier dan petinggi departemen serta kepala dinas di daerah dan kepala daerah yang dikomandoi oleh konsultan proyek yang ditunjukan oleh oknum anggota DPR RI yang ada di Banggar," demikian Fahmi.
[dem]
BERITA TERKAIT: