Diketahui, sebaran asap dari karhutla di Sumatera dan Kalimantan telah menyebar luas. Sebaran asap sangat tergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada Minggu (25/10) kemarin, lebih dari tiga per empat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal. Hanya Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, NTT, Sulut, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sekitar 43 juta jiwa terpapar kabut asap. Yang menyedihkan 12 korban jiwa meninggal akibat malapetaka itu.
Pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan belum padamnya api dan telah menyebar luasnya asap membuktikan pemerintah gagal mengatasi bencan asap.
Ditambah dengan ngototnya Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada 24-29 Oktober, bukti presiden asal PDI Perjuangan itu tidak peka dan lari dari tanggung jawab.
Jelas Pangi, saat ini masyarakat hanya bisa berharap kepada Tuhan agar hujan turun.
"Berapa lama kita harus menghadapi ini. Semoga hujan turun lebih cepat dan lebat lagi. Rakyat hanya berharap kepada Tuhan, sulit berharap kepada pemimpinnya," ujar dia kepada redaksi, Senin (27/10).
Diketahui, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah pejabat pemerintah pada Sabtu (24/10) malam hingga Kamis (29/10) mendatang berkunjung ke Amerika Serikat untuk kunjungan kenegaraan. Fokus kunjungan ini adalah meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.
[rus]
BERITA TERKAIT: