KONTRAK FREEPORT

Terbukti, Sudirman Said Berani Bohongi Presiden dan Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 17 Oktober 2015, 10:30 WIB
Terbukti, Sudirman Said Berani Bohongi Presiden dan Rakyat
sudirman said/net
rmol news logo Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said bahwa Presiden Joko Widodo setuju membahas perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia terbukti bohong belaka.

Perbuatan Sudirman Said membohongi Presiden Jokowi dan rakyat ini perlu mendapatkan ganjaran yang setimpal agar menjadi pelajaran bagi semua pejabata di lingkungan pemerintah.

"Terbukti apa yang disampaikan Sudirman Said adalah bohong. Tidak ada petunjuk dari Presiden Jokowi untuk membahas perpanjangan kontrak Freeport tahun ini," kata Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 17/10).

Menurut Adhie, kasus kebohongan Sudirman Said dan orang-orang yang mengikutinya seperti Said Didu, perlu digarisbawahi agar tidak jadi kebiasaan buruk yang merusak. Adhie juga mengaitkan kebohongan itu dengan rencana pemerintah menggelorakan gerakan bela negara.

"Apa gunanya program bela negara kalau orang-orang bermental komprador seperti Sudirman Said dibiarkan ikut dalam proses pengambilan kebijakan negara," kata Adhie lagi.

Penegasan Jokowi mengenai hal ini disampaikan Jumat kemarin (16/10). Jokowi mengatakan, menurut UU, perpanjangan kontrak karya akan dibahas dua tahun sebelum kontrak yang sedang berlangsung berakhir. Artinya, perpanjangan kontrak Freeport baru bisa dibahas pada 2019.

Jokowi juga membantah pemerintah akan mengeluarkan PP untuk memberikan kesempatan Freeport memperpanjang kontrak tahun ini. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA