Tidak berlebihan rasanya menyebut bahwa nasi goreng merupakan kudapan yang mendunia. Karena selain pernah mendudukin peringkat kedua dalam daftar "World's 50 best foods" versi
CNN tahun 2011 lalu, nasi goreng juga bisa ditemukan pada daftar menu di sejumlah restoran di luar Indonesia, salah satunya di kawasan Amerika Latin, tepatnya di ibukota Kolombia, Bogota.
Di Bogota sendiri sebenarnya tidak banyak ditemukan restoran yang menjajakan makanan khas Asia. Pasalnya, makanan-makanan Asia pada umumnya memiliki banyak rasa dan cenderung pedas. Sedangkan karakter kudapan khas Kolombia itu sendiri tidak memiliki banyak rasa apalagi pedas, seperti arepa, empanada atau ajiaco.
Namun bukan berarti makanan khas Asia tidak ada penggemarnya di Bogota. Hal itu setidaknya terlihat dari panjangnya antrian di salah satu restoran Asia ternama yang terletak di mal Gran Estación Bogota yang bernama WOK pada akhir pekan kemarin (Sabtu, 11/10).
Menurut keterangan salah seorang pelayan di restoran tersebut, pada akhir pekan antara jam 1 hingga 4 siang, restoran tersebut memang selalu kebanjiran pengunjung. Bahkan tidak jarang pengunjung harus mengantri antara 5-20 menit demi mendapatkan tempat duduk dan menikmati makanan yang disajikan di restoran tersebut.
WOK menyajikan sejumlah makanan khas Asia, seperti makanan Jepang, Thailand, Vietnam dan tidak terkecuali Indonesia. Makanan Indonesia yang tercantum dalam daftar menu di restoran tersebut adalah satay (sate) dan nasi goreng.
Seperti di Indonesia, nasi goreng yang dijual di restoran tersebut dibuat dari nasi putih yang dicampur dengan telur, bumbu bawang serta sejumlah sayuran sepeti tauge, timun dan sawi serta diberi kecap. Namun yang membuatnya berbeda, selain tidak menggunakan cabai, nasi goreng tersebut juga dicampur dengan kacang mete dan ditaburi kelapa parut kering.
Ada tiga pilihan menu campuran nasi goreng, yakni tahu, daging sapi, serta udang. Harganya pun beragam, yang termurah adalah nasi goreng dengan campuran tahu seharga 15.900 peso kolombia atau setara dengan 73.935 rupiah (1 peso Kolombia= 4,6 rupiah). Sedangkan nasi goreng dengan daging sapi seharga 21.900 peso Kolombia dan nas goreng dangan campuran udang seharga 23.900 peso Kolombia.
Rasa dari nasi goreng tersebut sebenarnya berbeda dengan rasa nasi goreng yang biasa ditemukan di Indonesia. Karena bahan yang digunakan pun berbeda. Namun menurut salah seorang warga Bogota yang ditemui
Kantor Berita Politik RMOLsedang mencicipi nasi goreng di restoran tersebut, rasa nasi goreng tersebut cocok di lidahnya dan ia mengaku menyukainya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: