Mereka yang isunya akan dicopot adalah menteri yang minim prestasi, termasuk hasil
reshuffle jilid I, Menko Perekonomian Darmin Nasution. Dia katanya kurang greget.
Namun, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Gus Irawan Pasaribu berpendapat lain. Ia menegaskan, sebenarnya kinerja menteri tidak banyak berpengaruh. Masalah pelemahan perekonomian justru tertumpu pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Paradigmanya bukan seperti itu (harus
reshuffle), ini masalahnya di
top leader (presiden), dia yang
power full," kata politikus Partai Gerindra itu saat dikontak, Rabu (30/9).
Jelas Gus, kalau presiden punya program dan kebijakannya jelas, serta memiliki wibawa, maka otomatis perintah dan intruksi sang presiden tersebut akan dikerjakan dengan baik oleh para menterinya.
"Jadi ini soal
style top leader," terangnya menambahkan.
Soal kabar pencopotan Darmin, menurut Gus terlalu cepat diwacanakan. Ia berpendapat sebaiknya diberi waktu dulu kepada para menteri hasil
reshuffle jilid II.
"Saya kira, kasih waktu dulu lah kepada mereka untuk bekerja. Terlalu dini menilai mereka sekarang, kan mereka baru dua bulan bekerja," tukas legislator asal Sumut II itu.
[sam]
BERITA TERKAIT: