Hal itu disampaikannya kepada para Ketua Regu (Karu), Ketua Tombongan (Karom), TPIH, TPHD, dan TPHI, di Pemondokan Jamaah Reguler di Kawasan Aziziah, Makkah, Sabtu (19/9) melalui siaran persnya.
"Jangan ada lagi jamaah yang terpisah dari regu atau rombongan pada saat prosesi haji dilakukan. Jangan ada lagi jamaah yang terbengkalai berjam-jam belum mendapatkan pemondokan, terutama sekali jamaah yang tergabung dalam KBIH," tegas Aher, sapaan akrabnya, menjelang dua hari jamaah bergerak ke Arafah, Mudzdalifah, dan Mina (Armina).
Aher mengatakan, malam pertama dirinya tiba ke Tanah Suci bersama kloter terakhir (kloter 67), ditemukan tiga orang jamaah terlantar di pemondokan akibat ditinggal karomnya (KBIH).
"Ukuran mabrur saudara (pendamping haji) ada dua hal, yaitu bagaimana dapat melaksanakan prosesi haji dengan benar, juga dapat melaksanakan tugas pelayanan jamaah secara amanah," terangnya.
Aher juga berjanji akan lebih meningkatkan layanan haji untuk jamaah asal Jabar. Tahun depan, Pemprov Jabar akan menganggarkan dana untuk program penataran bagi para petugas haji, terutama bagi para ketua regu dan ketua rombongan. Penataran itu dinilainya sangat penting, mengingat para petugas inilah yang berada di garis paling depan dalam melayani jamaah.
Seperti dilansir dari
RMOL Jabar, hadir dalam arahan itu, Asisten Kesra Pemprov Jabar, Kepala Kanwil Depag Jabar, dan Kepala Biro Yansos Pemprov Jabar.
[rus]
BERITA TERKAIT: