
. Pertemuan pimpinan DPR dengan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangka silaturrahmi dan membangun jaringan untuk memperkuat investasi Trump di Indonesia. Pertemuan itu dilakukan di lantai 26 Trump Plaza, dan setelah itu delegasi Indonesia diajak turun ke lanatai dasar serta melihat acara konferensi press.
‎"Sebagai orang timur yang memiliki kesantunan, ajakan tersebut dipenuhi. Bukan sebagai bentuk dukungan politik," kata Staf Khusus Ketua DPR bidang Komunikasi politik‎, Nurul Arifin, kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Sabtu, 5/9). ‎ Â
‎Nurul menjelaskan bahwa pertemuan itu bagian dari kegiatan delegasi Indonesia di AS. Kunjungan utama pimpinan ke DPR adalah perjalanan dinas dalam rangka memenuhi undangan Inter Parliamentary Union (IPU) ‎Speakers Conference, atau Konferensi Ketua Parlemen Dunia ke-4 yang berlangsung dari tgl 31 Agustus hingga 2 September.  Dalam forum ini, Setya Novanto berbicara soal isu-isu demokrasi dan kesejahteraan.‎ Â
‎Dalam kesempatan itu, Indonesia menyerukan  reformasi PBB dan seruan tersebut didukung oleh banyak negara peserta konferensi. Juga disampaikan pandangan soal  tentang sustainable development goals. Dalam momentum ini, Ketua DPR juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan Ketua Parlemen negara Jepang, Cheko, Jerman, Sudan, Kroasia, Finlandia, dan Iran dalam rangka mempererat hubungan kedua negara. Â
‎‎"Ketua DPR berbicara sebaga panelis di perdebatan umum tentang fungsi pengawasan DPR. Sidang IPU ditutup pada tanggal 2 dengan menghasilkan kesepakatan untuk memperjuangan kondisi yang lebih demokratis dan berkeadilan bagi warga dunia. Setelah agenda ini, baru pertemuan dengan Donald dilakukan," ungkap Nurul. Â
‎‎Setelah itu, lanjutnya, adalah kunjungan ke Los Angeles dalam rangka memberikan keynote speech di hadapan asosiasi bisnis Indonesia- Amerika, serta bertemu dengan Diaspora Indonesia di LA. ‎Dilanjutkan dengan kunjungan ke Washington DC untuk menjadi pembicara dalam diskusi The DPR 's Enchanged Role in Indonesia's Governance di Usindo atau Peran DPR dalam memajukan tata kelola pemerintahan yang bersih. ‎Â
‎"Rombongan berjumlah 14 orang beserta dengan staf sekertariat. Tidak benar bahwa rombongan berjumlah 67 orang. Usaha memelintir pertemuan dengan Trump ini adalah bagian dari usaha pengalihan isu dari pihak-pihak tertentu. Di saat rupiah melemah, harga-harga naik, pengangguran bertambah, isu ini diolah untuk alihkan isu substansial," demikian Nurul Arifin.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: