Kemaritiman Jadi Fokus Kerja Pasangan Sani-Nurdin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 05 September 2015, 00:30 WIB
Kemaritiman Jadi Fokus Kerja Pasangan Sani-Nurdin
net
rmol news logo Penampilan perdana pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam penyampaian visi misi di gedung DPRD berlangsung seru dan meriah. Dua pasangan calon yakni Sani-Nurdin dan Soerya-Ansar sama-sama datang dengan diiringi massa pendukung dan simpatisan.

Dalam ajang itu, pasangan Sani-Nurdin dengan nomor urut 1 mendapat  kesempatan pertama untuk tampil. Dalam pemaparannya, pasangan ini mengangkat beberapa persoalan penting, seperti masalah konektivitas antar wilayah dan masalah kemaritiman.

"Persoalan konektivitas menjadi fokus perhatian kami ke depan. Selama ini kami sudah berupaya menambah kapal perintis dan membangun dermaga baru tapi semua itu dirasa belum cukup," kata Sani dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat malam (4/9).

Karena itu, jika terpilih kembali sebagai gubernur Kepri bersama Nurdin Basirun, Sani bertekad menambah jumlah kapal yang  menghubungkan seluruh ibu kota, kabupaten, dan kecamatan. Ia juga berkomitmen membangun jalan, jembatan, dan pelabuhan di  kecamatan, desa, dan pulau-pulau yang potensial bagi pengembangan ekonomi.

"Termasuk merintis pembangunan pelabuhan bertaraf internasional di wilayah Karimun dan Batam. Juga meneruskan pembangunan bandara mini untuk mempercepat arus barang dan orang," sambungnya.

Menurut Sani, konektivitas antar daerah sangat penting karena akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Potensi-potensi ekonomi lokal juga mudah berkembang sehingga masyarakat semakin sejahtera dan kesenjangan bisa ditekan.

"Ekonomi kita saat ini melaju di atas rata-rata nasional. Bahkan pada triwulan pertama dan kedua 2015, ekonomi Kepri tertinggi di seluruh Sumatera," terangnya.

Ia meyakini pelaksanaan pembangunan di bawah kepemimpinannya selama ini sudah pada jalur yang benar. Tak terkecuali program dan kebijakan dalam mengurangi angka kemiskinan atau pengangguran, serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

"Sekarang kita tinggal meneruskan dan meningkatkan tren positif ini. Makanya jargon kami adalah 'Bersatu Teruskan Pembangunan'," jelas Sani.

Selain konektivitas, masalah yang juga disorot ialah kemaritiman. Bidang ini disampaikan langsung oleh calon wakil gubernur Kepri Nurdin Basirun. Mantan kapten kapal dagang internasional ini disebut Sani sebagai seorang yang ahli dan berpengalaman di bidang kelautan.

"Sesuai visi kami, Kepri ke depan harus unggul di bidang maritim. Wilayah kita 96 persen laut, maka sudah semestinya kita mengutamakan laut," kata Nurdin.

Beberapa persoalan di bidang kemaritiman diantaranya belum ada industri pengolahan hasil perikanan dan kelautan dalam skala besar. Manajemen bisnis sektor ini juga belum terintegrasi dari hulu ke hilir. Begitu juga akses nelayan terhadap teknologi informasi, hingga modal dan pasar yang masih rendah menyebabkan nelayan kurang sejahtera.

Nurdin bertekad akan meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan melakukan upaya menyeluruh dan terpadu dalam rangka memajukan bidang maritim. Upaya itu akan dijalankannya melalui aksi nyata dalam bentuk membuka sekolah tinggi khusus kelautan, pengembangan minapolitan di Lingga, Anambas, dan Natuna. Termasuk pengembangan sektor pembangunan kelautan baru.

"Kita bangun sistem manajemen terpadu dan tak kalah penting adalah aplikasi IPTEK mutakhir untuk inovasi. Ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Kepri, tapi juga Indonesia dan ekspor," tandasnya. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA