Peringatan itu disampaikan Sekjen Perhimpunan Kedaulatan Rakyat (PKR) Khalid Zabidi, dalam perbincangan dengan redaksi, Senin malam (31/8).
Menurut Khalid, di tengah krisis ekonomi yang sedang dialami Indonesia kedatangan Direktur IMF bisa diartikan sebagai bentuk keputusasaan pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.
"Karena putus asa bisa jadi mereka merasa perlu berbicara dengan Direktur IMF," ujar aktivis 1998 itu.
Bisa jadi, sambung Khalid, kedatangan Christine Lagarde justru memperluas ketidakpercayaan publik kepada pemerintahan Jokowi dalam menghadapi krisis yang semakin dalam.
"Kita tidak boleh masuk dalam jebakan IMF untuk kedua kalinya," demikian Khalid.
[dem]
BERITA TERKAIT: