NKRI Bisa Pecah Bila Jokowi-JK Diteruskan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 28 Agustus 2015, 00:02 WIB
NKRI Bisa Pecah Bila Jokowi-JK Diteruskan
rachmawati/net
rmol news logo . Saat ini, devisa sudah lampu kuning. Di saat yang sama nilai ekspor turun, rupiah anjlok dan obligasi tidak berharga lagi. Karena itu pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa saat ini dalam kondisi tenang, sungguh mengherankan.

"Duit masih banyak, dari mana? Apa indikator duit masih banyak? Jadi jangan membohongi diri sendiri bahwa rezim ini sudah gagal," kata politisi senior Rachamawati Soekarnoputri dalam keterangan kepada redaksi (Kamis, 27/8).

Menurut Rachmawati, yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, kini rezim sudah gagal dan tinggal menunggu kebangkrutan serta tinggal menjual asset negara. Dan kondisi ini jauh-jauh sudah diprediksi ketika menjelang pilpres.

"Pengalaman rezim proxy akan selalu jadi alat kepentingan kapitalis, dan artinya kemunduran bagi Indonesia, seperti halnya ketika Megawati menjual asset negara, mega korupsi BLBI, dan yang paling memprihatinkan mengganti UUD 1945 sesuai grand-design nekolim. Jokowi-JK sudah gagal, jangan diteruskan. NKRI bisa pecah," demikian Rachmawati. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA