"Ke depan, kita tidak lagi mengejar pertambahan jumlah koperasi. Yang kita inginkan adalah pertambahan jumlah anggota koperasi agar permodalan semakin kuat yang akan mendorong berkembangnya skala usaha koperasi menjadi semakin besar," kata Puspayoga dalam sambutan acara peringatan Hari Koperasi ke-68 Tingkat Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Senin (24/8).
Puspayoga menjelaskan, saat ini sudah ada Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) yang sejak 2012 masuk dalam jajaran 300 koperasi tingkat di peringkat 233.
"Tahun 2014, selain KWSG yang posisinya naik ke peringkat 210, juga terdapat Koperasi Telekomunikasi Seluler (KISEL) yang menduduki peringkat ke-128," ungkap Puspayoga.
Selain dua koperasi tersebut, kata Menkop, masih banyak koperasi-koperasi lain yang bagus di Indonesia. Di Kota Kupang, misalnya, ada Kopdit Swastisari yang omsetnya lebih dari Rp 276 miliar dan hampir tiap hari didatangi lebih dari 500 orang anggota untuk menyimpan dan meminjam uang di koperasi itu.
"Contoh lain di Riau, terdapat KUD Langgeng Jaya yang bergerak dalam usaha sawit dengan memiliki dan mengelola pabrik pengolahan CPO sendiri dengan omset lebih dari Rp 392 miliar," demikian Puspayoga.
[ysa]
BERITA TERKAIT: