Dari Istanbul, Din Syamsuddin Serukan Umat Islam Jadi Pemimpin Tanggulangi Kerusakan Global

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 20 Agustus 2015, 13:57 WIB
Dari Istanbul, Din Syamsuddin Serukan Umat Islam Jadi Pemimpin Tanggulangi Kerusakan Global
din syamsuddin/net
rmol news logo . Islam adalah agama alam (religion of nature) dan membawa pesan kerahmatan dan kesemestaan (rahmatan lil alamin). Maka, seyogyanya umat Islam tampil sebagai leader dalam menanggulangi kerusakan global yang bersifat akumikatif.

Demikian disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin. Din menyampaikan hal ini dalam International Symposium on Islamic Climate Change di Istanbul, Turki. Acara digelar selama dia hari (18-19/8).

Din menegaskan bahwa sistem dunia dan negara-negara industri berinvestasi pada pemanasan global dan perubahan iklim, Maka oleh karena itu perlu perubahan sistem dunia dan turunannya dalam bidang ekonomi, sosial dan politik, dengan suatu sistem alternatif.

"Sistem baru ini perlu bertumpu pada nilai-nilai moral dan etika keagamaan. Dalam kaitan ini, perlu dirumuskan nilai-nilai etika bersama (shared ethical values) untuk penanggulangan perubahan iklim dan pemanasan global tersebut," ungkap Din.

Setelah berdiskusi selama dua hari, seratusan tokoh Islam dari beberapa negara ini mengeluarkan deklarasi tentang pandangan dan sikap umat Islam terhadap masalah perubahan iklim. Pada intinya deklarasi menegaskan keprihatinan umat Islam sedunia terhadap krisis iklim dan lingkungan hidup global yang telah membawa dampak buruk serius terhadap kehidupan dan peradaban umat manusia, seperti adanya panas ekstrim yang melanda beberapa negara seperti India, Pakistan, dan Mesir yang telah membawa korban.

Berdasarkan ajaran Islam yg menekankan tauhid atau kesatuan penciptaaan yang karenanya alam memiliki dimensi suci, dan manusia berfungsi sebagai wakil Tuhan di muka bumi, maka dekkarasi menyerukan umat manusia untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dan menghentikan perbuatan-perbuatan merusak lingkungan hidup. Deklarasi juga mendesak kepada pemerintah negara-negara di dunia untuk menekan peningkatan emisi dan efek rumah kaca serendah mungkin.

Deklarasi dan pikiran-pikiran dari Simposium Istanbul ini akan disampaikan pada forum dunia lanjutan, antara lain, Konperensi Agama-agama untuk Pembangunan Berkelanjutan di Bristol, Inggeris, 8-9 September, dan COP 2015 di Paris yg melibatkan wakil-wakil negara dan masyarakat madani dari seluruh dunia.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Fachruddin Mangunjaya yg akan menghadiri forum itu berjanji akan terus menyuarakan pandangan-pandangan Islam dan pengalaman Indonesia untuk dunia. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA