Untuk itu Komisi V mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkordinasi dengan Basarnas, TNI/Polri, BMKG, Pemda setempat dan masyarakat bahu-membahu mencari dan mengevakuasi pesawat dan korban dari lokasi kecelakaan.
"Selanjutnya saya mendesak KNKT untuk sesegera mungkin melakukan penyelidikan mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan," kata Ketua Komisi V, Fary Djemi Francis, Senin (17/8).
Atas musibah kecelakaan pesawat itu, Komisi V juga mendesak Kemenhub untuk melakukan audit secara keseluruhan pesawat-pesawat komersial di jalur perintis, mengingat banyak pesawat kecil yang tidak dilengkapi dengan radar cuaca di ruang kemudi.
"Padahal
emergency location transitter wajib dipasang," terang Fary.
Komisi V juga mendesak pemerintah untuk segera membangun dan melengkapi infrastruktur navigasi penerbangan semua penerbangan didaerah khususnya Papua, mengingat pesawat udara merupakan transportasi andalan di Bumi Cendrawasi.
"Infrastruktur bandara bandara perintis perlu mendapat prioritas utama," tutup politisi Gerindra itu.
[zul]
BERITA TERKAIT: