"Malah, peran KSP harus dimaksimalkan secara independen menjadi jaringan mata dan telinga Presiden untuk menerobos sumbatan saluran aspirasi rakyat karena sistem birokrasi yang berliku," kata Koordinator Nasional Duta Jokowi, Joanes Joko‎, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 14/8).
Untuk itu, ungkap Joanes, kepemimpinan KSP pasca Luhut Panjaitan harus dilanjutkan oleh figur dari barisan relawan yang memiliki kemampuan mumpuni dalam kepemimpinan. Loyalitas dia juga harus telah teruji secara konsisten berjuang bersama mendukung Presiden Jokowi baik sebelum maupun sesudah pilpres.
"Figur relawan yang mampu menggerakkan jaringannya bekerja secara nasional untuk memastikan bahwa program-program pemerintah yang didasari semangat Nawacita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat," tegasnya.
Ia menambahkan, pasca reshufle kabinet muncul wacana penggabungan Kantor Staf Presiden (KSP) di bawah Seskab maupun Sesneg.
"Wacana ini hanyalah manuver sekelompok elit politik yang ingin menjauhkan Presiden Joko Widodo dari denyut, nafas dan suara rakyat," demikian Joanes.
[ysa]
BERITA TERKAIT: