Aktivis Bhinneka Tunggal Ika Sayangkan Polisi Tembak Penyerang Umat yang Sedang Shalat 'Id

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 13 Agustus 2015, 02:48 WIB
Aktivis Bhinneka Tunggal Ika Sayangkan Polisi Tembak Penyerang Umat yang Sedang Shalat 'Id
Nia Sjarifuddin
rmol news logo Aktivis Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) menyayangkan pendekatan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan saat terjadi penyerangan terhadap umat Muslim di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua ketika sedang melaksanakan salat Idul Fitri pada Jumat 17 Juli 2015 lalu.

Menurut aktivis ANBTI, Nia Sjarifuddin, sebaiknya aparat keamanan mendahulukan pendekatan persuasif melalui dialog, bukan dengan tembakan apabila melihat kerusuhan.

"Seharusnya bagi saya pihak keamanan, aparat-aparat negara itu mampu menguasai persoalan-persoalan lapangan dengan mengetahui juga persoalan-persoalan psikologis massa misalnya," kata Nia Sjarifuddin dalam konferensi pers "Penyelesaian Menyeluruh & Bermartabat Insiden Tolikara, Papua" di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (12/8).

Terkait proses hukum terhadap pelaku kerusuhan, dia menambahkan, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan dan menghargai inisiatif kedua belah pihak untuk mencari solusi damai yang telah disepakati. "Itu dulu yang harus dihargai," tandas Nia.

Persoalan Papua, lanjut Nia, harus dipandang secara khusus karena masyarakat Papua juga mengalami hal yang juga khusus. "Saya rasa kita semua tidak bisa menutup mata kok. Kita tau apa yang terjadi di Papua. Semakin bertumpuk masalah tidak akan membuat masalah Papua selesai," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalaupun pemerintah ingin mengevaluasi, yang harus dievaluasi terlebih dahulu adalah aparat keamanan karena menurutnya selama ini masyarakat Papua merasa tertekan dengan pendekatan keamanan yang dilakukan aparat, sehingga masyarakat Papua menjadi lebih sensitif terhadap isu-isu yang seharusnya tidak menimbulkan konflik.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sudah menyatakan penembakan yang dilakukan aparat keamanan dari TNI dan Polri sudah sesuai dengan prosedur saat massa perusuh melakukan penyerangan terhadap umat Muslim.

"Polri menembak perusuh sesuai dengan protap karena mereka membubarkan jamaah salat Id dan menunjukkan ketegasan negara dalam mengatasi perusuh," jelas Badrodin beberapa hari setelah terjadi insiden penyerangan tersebut. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA