‎

. Diklat hukum  yang diikuti kader-kader GMNI diharapkan melahirkan pengacara-pengacara publik yang handal dan profesional, serta tidak kehilangan roh dan semangat nasionalismenya untuk tetap menjaga sistem negara kebangsaan melalui pengabdian di bidang Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. Â
Demikian disampaikan Ketua Umum DPP PA GMNI, Ahmad Basarah, ‎saat menyampaikan sambutan dalam acara Diklat Hukum yang digelar DPP PA GMNI kerja sama dengan Mahkamah Konstitusi RI dan Hanns Seidel Foundation di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta (Selasa, 11/8). ‎Â
‎Acara ini diselenggarakan tanggal 11-13 Agustus dan diikuti oleh 40 orang kader GMNI yang berlatarbelakang sarjana hukum. Kegiatan ini merupakan debut pertama DPP PA GMNI yang baru saja terpilih dua hari lalu atau hari Minggu 8 Agustus 2015. Â
‎"Insya Allah dalam waktu dekat DPP PA GMNI juga akan menandatangani Kesepakatan Kerja Sama atau MoU dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan juga kerja sama dengan lembaga-lembaga dan ormas lain," ujar Ahmad Basarah. Â
Sementara itu,  Ketua MK yang juga alumni GMNI, Arief Hidayat, dalam sambutannya mengatakan bahwa  lembaganya siap untuk bekerja sama dalam rangka menghadirkan proses peradilan yang fair agar hak-hak konstitusional warga negara yang bersengkata di MK dapat terpenuhi. Â
"MK memerlukan kerja sama dengan berbagai kalangan terutama dalam membangun kehidupan kebangsaan yang sadar konstitusi," demikian Arief.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: