Menteri Basuki Sambut Baik Kerjasama RI-Australia di Sektor Infrastruktur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 10 Agustus 2015, 12:33 WIB
Menteri Basuki Sambut Baik Kerjasama RI-Australia di Sektor Infrastruktur
Basuki Hadimuljono/net
rmol news logo Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E Mr. Paul Grigson melakukan kunjungan persahabatan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono di Kantor PUPR, Jakarta (Senin, 10/8).

Menteri Basuki menyambut baik kerjasama di sektor infrastruktur antar kedua negara yang saat sedang dilakukan. Courtecy call ini bermakna untuk meningkatkan hubungan jalinan persahabatan Indonesia-Australia dalam sektor infrastruktur jalan, sanitasi, air bersih dan sumber daya manusia di sektor infrastruktur.

Dalam mendukung percepatan ketersediaan infrastruktur di Indonesia, kedua negara sedang kerjasama dalam sejumlah program, antara lain Eastern Indonesia National Road Improvement Project, EINRIP, yang berlokasi di Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara.

Secara khusus, Australia alokasikan hibah untuk peningkatan jalan provinsi di Nusa Tenggara Barat dalam payung Provincial Road Improvement and Maintenance (PRIM) dengan nilai hibah Rp 122 milliar sejak 2012 hingga 2015.

Ada pula dana hibah sebesar AUD 40 juta untuk Program Australia-Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation yang berlokasi di 42 kabupaten/kota dengan tahap pelaksanaan 2012-2017, Australia memberikan hibah untuk program air minum dan sanitasi di 151 kabupaten/kota.

Dari evaluasi yang dilakukan terhadap program Eastern Indonesia National Road Improvement Project, Menteri Basuki mengungkapkan hasil yang positif menjadi contoh dalam mengelola perencanaan, desain dan pengelolaan proyek-proyek APBN.

"Kerjasama ini sangat berguna untuk meningkatkan kualitas jalan nasional, baik sisi perencanaan desain, tahapan pelaksanaan, dan kapasitas manajemen proyek," kata Menteri Basuki lewat rilis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR.

Lebih lanjut, Duta Besar Paul Grigson mengundang Menteri PUPR untuk lunch meeting di kantor Kedutaan Australia pada September 2015. Menteri Basuki berharap ada komunikasi yang intens dari kedua negara dalam mendukung agenda strategis konektivitas, ketahanan pangan, air minum dan sanitasi, perumahan, maupun kapasitas sumber daya manusia di sektor infrastruktur.

Duta Besar Paul Grigson bertugas di Jakarta sejak awal 2015. Sebelum tugas di Indonesia, Dubes Paul Greg pernah menjadi Duta Besar di Myanmar 2003-2004 dan Duta Besar di Thailand pada tahun 2008-2010, maupun Perwakilan Khusus Australia untuk Pakistan dan Afghanistan tahun 2014-2015. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA