PMKRI Percaya Persoalan Kemanusiaan Adalah Solusi Menjaga Perdamaian Dunia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 04 Agustus 2015, 23:54 WIB
PMKRI Percaya Persoalan Kemanusiaan Adalah Solusi Menjaga Perdamaian Dunia
Lidya Natalia Sartono/net
rmol news logo . Kongres Internasional Movement of Catholik Students (IMCS) yang diselenggarakan di Kota Tagaytay Filiphina 24 Juli-3 Agustus 2015 akhirnya ditutup dengan pemilihan pimpinan IMCS yang baru. Adalah Eduard Karour Pihewa dari Togo terpilih sebagai President IMCS dan didampingi oleh Evelina Manola dari Yunani sebagai Sekjen IMCS.

IMCS adalah organisasi Internasional Mahasiswa Katolik Dunia yang beranggotakan semua organisasi mahasiwa dari seluruh negara di dunia. Indonesia sendiri diwakilikan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang pada kesempatan kali ini diwakili langsung oleh Ketua Presidum PP PMKRI Lidya Natalia Sartono dan juga terpilih mewakili negara Asia Pasifik dalam kongres tersebut.

Kongres IMCS yang mengangkat tema "Isalt of the Earth,Light of the World: Student Build the Kingdom of God" mendorong isu kemanusiaan dan lingkungan hidup dengan semangat solidaritas internasional. Lidya mengungkapkam bahwa isu kemanusian dan lingkungan hidup tersebut dipilih sebab sejalan dengan ensiklik terbaru dari paus Fransiskus yaitu 'laudate si'.

Selain Lidya, salah satu wakil Indonesia yang telah mengabdi selama tiga tahun sebagai koordinator IMCS Asia Pasifik Felicia dia ravenska yang juga adalah kader PMKRI juga dalam kongres ini juga mengakhiri masa jabatannya tersebut.

"Sudah seharusnya peran mahasiswa Katolik dunia terus didorong untuk memajukan perdamaian dan semangat solidaritas antar bangsa, sehingga kedamaian di bumi dan di langit dapat kita wujud melalui persaudaraan sejati di dunia," tutur Lidya dalam rilisnya.

Kehadiran Indonesia dalam kongres kali ini juga membawa dua mandat dari negara Bangladesh dan Hongkong yang mempercayakan hak bicara dan suaranya kepada Indonesia. Sehingga memberi posisi tawar yang strategis bagi PMKRI dari Indonesia. Sebagai catatan, PMKRI sebagai organisasi mahasiswa Katolik satu-satunya di Indonesia pernah mengadakan kegiatan IMCS asia Pasifik dalam masa kepengurusan Felicia Dia Ravenska.

"Ke depan, akan ada program Internasional yang kita gelar di Indonesia bersama IMCS dengan tentunya mengambil tema-tema yang nyata terjadi dalam realitas hidup bangsa Indonesia dan dunia. PMKRI sendiri sangat percaya bahwa persoalan kemanusiaan dan solidaritas adalah solusi untuk tetap menjaga perdamaian di dunia," tutup Lidya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA