"Ngapain Puti Guntur di Jepang ngomong tentang Pancasila? Sementara di Indonesia belum meluruskan kiblat bangsa kembali ke UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara bukan pilar negara, serta mencabut Tap MPRS 33/67," sebut dia dalam pesan singkatanya kepada redaksi, Selasa (28/7).
Manurut Mbak Rachma sapaan akrab pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno (UBK) ini, semua itu telah dihancurkan oleh partainya Puti sendiri, PDIP dan Megawati Seokarnoputri (Ketum PDIP).
"Jadi untuk apa jauh-jauh ke negara yang notabene pernah menjajah kita (Jepang). Berbusa-busa ngomong Pancasila, sedang di negara sendiri tidak dilaksaakan, bahkan terjadi deSoekarnoisasi," ungkapnya.
"Ingat kata Bung Karno,
loro-loroning atunggal. Pancasila dan UUD 1945 adalah dua jadi satu. Jadi, jangan asbun, bipolar
! Luruskan kiblat dan segera cabut Tap MPRS 33/67, baru bicara soal ajaran Soekarno," tukas Mbak Rachma menambahkan.
Seperti diberitakan sebuah media, cucu pertama Proklamator dan Presiden pertama RI Soekarno, Puti Guntur Soekarno bersama orangtuanya, Guntur Soekarnoputra-Heni Guntur dan suaminya, Johansyah Jaya Kameron terbang ke Tokyo, Jepang, pada Rabu (22/7) lalu. Disana, Puti Guntur menyampaikan pidato kebudayaan bertajuk "Pancasila Bintang Penuntun" dalam peresmian Pusat Riset Soekarno di Universitas Kokushikan, di Setagaya, Tokyo.
[rus]
BERITA TERKAIT: